Laman

Friday, December 23, 2011

Doa Orang yang Sederhana

Tuhan aku bersyukur atas hari yang kau beri
Hari ini aku masih dapat bernafas, mendengar, melihat, berfikir dan merasa
Hari ini aku masih diperkenankan melihat sang surya, rembulan dan taburan bintang.

Terimakasih Engkau masih mempertemukan aku dengan orang tuaku
dengan saudara-saudariku
dan dengan orang yang aku sayangi
juga mereka yang hadir dan menemani hidupku

Terimakasih atas setiap peristiwa yang aku alami
Terimakasih atas rezeki yang aku terima
Terima kasih atas cinta-Mu yang begitu besar

Tuhan, aku bersyukur aku dapat melewati hari ini
Tuhan, mungkin hari ini dengan kesempatan yang aku miliki
aku belum mampu menjadi orang yang baik
maka ampunilah dosaku.

Tuhan, jika engkau berkenan lindungilah istirahatku malam ini
dan aku berharap esok aku masih dapat merasakan karunia-Mu
dan jika kesempatan itu masih aku peroleh
maka mampukanlah aku menjadi orang yang terbaik bagi-Mu.
Amin.

Thursday, December 22, 2011

Bapak, Dua Putra dan Ladang

Ada seorang bapak di sebuah desa memiliki dua orang anak laki-laki. Bapak tersebut berpropesi sebagai seorang petani untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Bapak  tersebut memiliki dua petak sawah  yang luasnya hampir sama. Ketika ia masih muda dan kedua anaknya masih kecil sawah itu dikelolanya bersama dengan kedua anak lelakinya dan juga istrinya.

Seumur hidupnya ia menghabiskan waktu bersama seorang istri dan kedua anaknya. Ketika ia menanam benih-benih padi di ladang bersama anak-anaknya sang bapak selalu memberikan cerita-cerita bijak dan bermakna bagi anak-anaknya. Begitu pula ketika benih itu tumbuh besar menjadi padi serta siap dipanen, sang bapak selalu becerita tentang cerita bijak kepada kedua anak lelakinya. Begitu terus hingga anak-anaknya tumbuh dewasa. Tak pernah sang bapak lupa untuk memberikan nilai-nilai kejujuran bagi keduanya.

Suatu saat Yang Mahakuasa memanggil sang bapak yang bijaksana, setia dan jujur ini untuk pulang kembali ke pangkuan-Nya. Sebelum meninggal bapak itu berpesan bagi kedua anaknya dan juga istrinya, " Anak-anakku, kamu yang sulung silahkan kelola sawah bapak yang sebelah Timur, urus sebaik-baiknya. Kamu anakku yang bungsu, kelola sawah bapak yang sebelah barat, urus dengan sebaik-baiknya. Untukmu istriku, terimakasih telah mendampingiku selama hidupku dengan keetiaan, kesabaran, dan cinta kasih yang begitu besar kepadaku dan anak-anak kita. Aku titipkan mereka kepadamu. Bapak minta maaf jika Bapak punya kesalahan dan kekurangan selama Bapak mendidik dan mendampingi kalian." Setelah menitipkan amantnya sang Bapak pun kembali kepada Yang Mahakuasa dengan tenang dan damai.

Seiring waktu berjalan, kedua anak lelaki itu pun mengelola sawah mereka dengan semangat dan segala amanat yang ditipkan sang Bapak. Merekapun tengah berkeluarga dan hidup masing-masing. Namun dalam perjalananya si Sulung terpengaruh dengan bujukan-bujukan dari berbagai pihak dan mulai mengakali sawahnya dan nilai-nilai kejujuran serta kebijaksanaan yang ditanamkan sang Bapak  perlahan-lahan pudar. Sementara si Bungsu tetap memegang teguh apa yang pernah diceritakan sang Bapak semasa hidupnya dan setia memegang amanatnya. Meskipun seringkali tak sesukses kakaknya.

Hidup si Sulung pun semakin pesat berkembang dibanding si Bungsu. Apa yang dimiliki si Sulung begitu cepat berlalu dan berganti, namun apa yang dimiliki si Bungsu lebih abadi dan tak semaju si Sulung namun hidup si Bungsu begitu tenang dengan segala kecukupannya.

Suatu saat keduanya jatuh sakit secara bersamaan dan dalam mimpinya mereka bertemu sang Bapak. Sang Bapak berkata kepada si Bungsu," Ayo ikut Bapak pulang". dan kemudian kepada si Sulung sang Bapak menitipkan pesan, "Kamu kelola terus ya sawah bapak. Kamu tentu masih ingat kan cerita-cerita Bapak sewaktu kamu kecil". Si Sulung terbangun dari tidurnya dan pergi menuju tempat si Bungsu, namun si Sulung mendapatinya telah pulang kembali kepada Yang Mahakuasa. Si Sulung mulai mengerti mimpinya dan merenungkan kehidupan yang pernah ia jalani dan lalui. Ia mulai mencoba memperbaiki dirinya.

Monday, December 19, 2011

Cerita Singkat Tentang Bunga yang Sederhana

Ketika berjalan
aku menemukan sebuah taman,
sebuah taman bunga.

Di dalamnya ada banyak sekali bunga
dan aku tertarik oleh salah satunya

Bunga itu begitu sederhana
Setiap kali aku melalui taman itu
tak jemu aku memandangnya
Hanya melihat saja bunga itu ada
aku gembira

Aku mencoba mendekatinya
menyiraminya
memupuknya
merawatnya
menjadikannya senantiasa indah

Namun
ada ketakutan yang datang
menyusup dalam kegembiraan

Saat aku mencoba
menggenggamnya erat
aku mulai tergores durinya
dan aku mengerti
aku telah menggenggamnya terlalu erat

Aku mulai melepas genggamanku
namun aku tetap merawat bunga di taman itu
agar ia senantiasa indah

Dan kelak
jika bunga itu telah dijadikan hiasan
aku ingin aku tahu
siapa yang menjadikanya
agar aku dapat senantiasa memberikan
apa yang dibutuhkan bunga itu
agar ia senantiasa indah.


Saturday, December 17, 2011

Seandainya Kau Tahu

Jika hari ini perasaan itu datang lagi
apa yang harus aku lakukan?

Ketika tak sanggup bertindak
Tak mampu berkata
Tak mampu berpikir hal lain
Tak mampu mengerti
apa yang kurasakan
Aku harus bagaimana?

Aku bukan Pelukis
yang mampu melukiskan perasaan itu
Aku bukan pujangga
yang mampu menulis puisi dengan indah
Aku bukan seniman
yang menuangkan rasa itu dalam seni

Aku tak pandai merayu
Aku tak pandai menggombal
Aku hanya ingin
kamu tersenyum bahagia
memberi apa yang kamu ingin
yang kamu butuhkan

Aku tak pandai membaca hati
Aku tak pintar membaca pikiran
Katakanlah..
dan aku akan mengerti

Jika hari ini aku menjadi temanmu
biarkan kelak aku menjadi sahabatmu
yang menemanimu
yang mengertimu
yang mencintaimu

Seandainya kau tahu
aku mencintaimu...


Saturday, December 10, 2011

Isi Hati Untuk Kekasih

Salah satu harapan akan hari esok
adalah menemukanmu
Menyatakan apa yang sebelumnya
mungkin kamu tak mengerti

Setiap terbangun dari tidur
aku bersyukur bertemu hari yang baru
Ketika akan memejamkan mata
aku bersyukur telah berjumpa denganmu
walau sesaat

Bersamamu dan mendampingimu hingga akhir nanti
adalah salah satu cita-cita besar dalam hidupku

Aku tak dapat membayangkan hari-hari
ketika aku menemukanmu
ketika aku bersamamu
ketika aku menjagamu
Mungkin karena terlalu indah....

Setiap malam dalam hatiku terlantun doa untukmu
Untuk kamu yang aku cintai

Seandainya kamu tahu
kamu adalah orang pertama bagi setiap kebaikanku
Berharap kamu mengerti...

Tentang waktu...
Aku tak mengerti seberapa banyak yang aku punya
dan sampai kapan aku harus mengembara di dunia

Tentang kesempatan...
Aku tak tahu seberapa banyak aku miliki

Menerima setiap kebaikanku
adalah hal terindah bagiku
Karena itulah cintaku kepadamu
Tak perlu harta untuk membalas
Tak ingin benda kau beri
Hanya menerima cintaku
dan aku akan bersyukur
dan menjagamu sepenuh jiwa raga

Jika aku tak lagi memiliki kesempatan
untuk bertemu hari esok
Aku hanya ingin
kamu mengerti cinta yang ingin aku persembahkan
hanya untukmu

Jika suatu saat aku tak ada lagi
Aku hanya ingin
Kamu membaca apa yang pernah aku rasakan
dan aku tuliskan untukmu kekasihku...


Tuesday, December 6, 2011

Sajak Pendek Tentang Kamu

Berjumpa denganmu adalah anugrah bagiku
Menemukanmu bukan yang pertama namun yang baru
Kamu memberikan arti dan warna bagi hidupku

Bagiku kamu indah
dan akan kutempatkan pada tempat terindah di hatiku
mungkin kamu bukan yang terbaik bagiku
namun..
Jika kelak kamu yang terbaik bagiku
Aku tak menyesal telah menempatkamu di sana

Aku mencintaimu
dan aku berharap kepadamu

Tentang harapan itu
Aku menyerahkan sepenuhnya pada sang Khalik


Sunday, December 4, 2011

7 Keajaiban Dunia

Sekelompok siswa kelas Geografi sedang memepelajari "Tujuh Keajaiban Dunia." Pada awal pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi:
  1. Piramida
  2. Tajh Mahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Menara Pisa
  5. Kuil Angkor
  6. Menara Eifel
  7. Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas jawabannya. Sang guru bertanya kepadanya apakah ia mempunyai kesulitan dengan daftarnya. Gadis itu menjawab, " Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena saking banyaknya."

Sang guru berkata, " Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki dan mungkin kami bisa membantu meilihkannya." Gadis itu ragu sejenak lalu kemudian membaca, "Tujuh Keajaiban Dunia" adalah :
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa menyayangi

Gadis itu ragu lagi sejenak dan kemudian kembali melanjutkan

5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa
7. dan bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika.

Saudara-saudariku yang terkasih, alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan kepada kita, kita menyebutnya "biasa". Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita.

Dikutip dari: Gempar Waringin Edisi HUT Paroki 2011

Wednesday, November 30, 2011

Doa Malam

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadamu atas hari yang boleh aku lalui.
Terimakasih atas segala perasaan yang kurasakan sepanjang hari ini.
Terimakasih untuk nafas yang masih bisa aku hirup dan kuhembuskan,
terimakasih atas suara yang masih bisa kudengar dan kuksuarakan,
terimakasih atas cahaya yang masih bisa kulihat.
Terimakasih bahwa aku bisa menggunakan pancainderaku.
Tak lupa aku bersyukur atas kedua orang tua yang setia menemaniku dan membimbingku.

Ampuni segala kesalahan yang telah kuperbuat hari ini yang disengaja maupun tak disengaja.
Ajarilah aku juga untuk bisa tersenyum dan mengampuni orang yang menyakitiku.
Taklupa aku berdoa untuk orang-orang yang aku cintai:
bagi orang tua ku. dampingilah kami anak-anak-Mu agar kami tidak menyusahakan kedua orangtua kami,
berilah orangtua kami kesehatan, kesabaran dalam mendidik kami, kedamaian, dan rezeki yang cukup.

Untuk teman-temanku: berkatilah mereka, tuntunlah agar mereka tidak tersesat pada jalan yang salah.
berkatilah juga mereka yang telah berpulang kepada-MU, ampunilah dosa mereka dan kiranya mereka dapat berkumpul bersama-Mu di Surga. Tuhan doa yang sederhana ini kuhaturkan padamu dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara Kami. Amin.

Doa Seorang Anak

Bapa yang penuh cinta,

aku menghaturkan syukur bagimu atas segala yang kau berikan bagiku.

Aku bersyukur karena telah dilahirkan ke dunia ini dengan penuh cinta.

Aku bersyukur karena engkau telah memberikan orang tua yang menyayangiku dan saudara/i yang mencintaiku.

Aku bersyukur sebab dalam sosok mereka aku melihat cinta-Mu.

Aku bersyukur sebab engkau telah memberikan talenta bagi diriku sehingga aku bisa memuliakan nama-Mu.

Bapa yang penuh cinta,

Ajarilah aku untuk berbakti kepada kedua orang tuaku sebab mereka telah memberikan cinta-Mu sepenuhnya.

jagalah hatiku, pikiranku, ucapanku, perbutanku agar jangan aku menyakiti mereka.

Berkatilah mereka agar mereka selalu sehat, diberikan rezeki yang cukup,dan dijauhkan dari mara bahaya.

Bapa yang penuh cinta,

ajarilah aku agar aku siap untuk melepas mereka ketika mereka kau panggil, sebab sama seperti aku adalah titipan dari-Mu, begitu pula mereka adalah titipan-Mu agar aku menjadi manusia yang bijaksana.

Ajarilah aku mencintai saudara/i ku karena mereka yang menemani dalam perjalanan hidupku.

Ajarlah hari-hariku agar aku selalu menghargai kebersamaan bersama mereka.

Jagalah aku agar jangan aku tersesat dari jalan-Mu.

Bapa yang penuh cinta,

ajarilah aku agar akupun mampu memberikan cinta yang telah kudapat kepada anaku kelak juga kepada orang yang kujumpai.

Bapa yang penuh cinta,

dengan apa yang aku dapatkan dan kuberikan mampukan aku untuk memberikan yang terbaik kepada-Mu saat aku Kau panggil pulang.Amin.

Thursday, November 10, 2011

Simbol Ketulusan





Pernahkah anda melihat cahaya matahari? lampu ? lilin? atau api unggun? Jawabanya pasti :Pernah. Namun pernahkah kita memperhatikan apa yang diberikan mereka atau memperhatikan mereka yang senantiasa menyinari kita? ada dua kemungkinaan jawaban antara pernah dan tidak.

Saya ingin sedikit berbagi tentang cahaya yang saya anggap dan saya pilih sebagai simbol ketulusan. Ketulusan adalah salah satu unsur dari cinta. Dengan ketulusan manusia rela berkorban dan karena ketulusan itu unsur dari cinta tak jarang pengorbanan itu memberikan segalanya. Setiap perbuatan yang dilakukan dengan tulus akan membuahkan hasil yang baik. Saya menyimbolkan ketulusan itu dengan cahaya.

Pertama adalah matahari. Pernahkah melihat matahari terbit? Jika pernah mungkin anda juga bisa merasakan kehangatannya. Setiap hari matahari selalu setia dan tak pernah terlambat bersinar, tak pernah menunggu manusia terbangun dari tidurnya. Setiap hari dengan sinarnya menghangatkan serta memberikan kehidupan. Pernahkah terbayangkan jika matahari tidak bersinar, apa yang terjadi?. Karena matahari tumbuhan tumbuhan tumbuh dan bunga bermekaran. Karena matahari ayam berkokok dan burung berkicau. Kita pun dapat merasakan hangatnya. Ketika matahari tidak bersinar mungkin semua itu tidak ada.

Kedua adalah lampu. Lampu yang kita kenal saat ini secara umum adalah lampu listrik. Ketika kita hubungkan lampu dengan listrik maka tanpa diperintahkan lampu akan menyala. Lampu akan menyala hingga ia tidak mampu lagi menyala. Ketika kawat pijarnya putus atau listrik berhenti ia akan mati.

Ketiga adalah api. Api mendasari unsur cahaya. Dalam setiap cahaya ada api, misalnya dalam lampu. Kawat pijar yang ada dalam lampu terbakar hingga bercahaya. Bahkan matahari pun adalah bola api yang begitu besar. Ketika kita berada di dekat api kita merasakan hangat dan sekaligus melihat terangnya. Api menyala dengan bahan bakar. Beragam bahan yang bisa menimbulkan api seperti: minyak, kayu, kertas, plastik, dll. Dengan apa yang dilalapnya api akan terus berkobar tanpa peduli ada yang merasakannya atau tidak. Namun jangan sekali-kali mempermainkan api karena ia akan membakar, maka jangan sekali-kali kita mempermainkan ketulusan.

Belajar dari cahaya semoga kita semakin mengerti arti ketulusan.

Thursday, September 1, 2011

Sepi dan Kesaksian Hari Ini

Hari ini begitu sepi, yang terdengar hanya detak waktu. Kuhindari pandangan kosong dan coba tuk tersenyum. Mengalihkan kespian aku menyusuri jalan berharap derunya dapat mengubah kesepian itu. Aku terus berjalan dan menghampiri sayup-sayup suara seruling. Aku mendekat, berharap lengkingnya dapat mengetarkan sepi itu tapi semuanya sia-sia. Sepi itu terlalu dalam untuk digetarkan karena ia ada dalam hati.


Tengah jauh berjalan, aku pun berhenti dan terdiam. Aku menatap langit yang begitu kejam membakar apa yang disinarinya. Seorang tua mengayuh sepeda menjajakan dagangannya. Tak lelah meski terbakar. Di sudut lain pengamen dengan riang mendendangkan lagu yang sumbang tanpa mengerti melodinya tak searah dengan lagu. Juga aksi monyet bodoh yang pasrah atas rantai yang terikat di leher, beraksi demi nasi berlagak demi lapak dan terkekeh demi sekping uang receh. Di tengah semua itu aku masih merasa sepi.


Aku meneruskan perjalanan pada seorang sahabatku. Rencana ketika itu adalah untuk menyalurkan hobiku pada motornya yang bermasalah dan mengajaknya melihat kompleksnya masalah hari ini. Setalah usai aku dengan rencanaku yang pertama hujan turun. Tak berarti sebenarnya dibanding sengatan surya hari ini. Dan kesepianku masih enggan beranjak.

Tuesday, July 5, 2011

Kepercayaan

Ada seorang tukang mengerjakan sebuah bangunan yang diperintahkan tuannya kepadanya. Tuan tersebut datang kepadanya dan berkata " Pak saya ada lahan untuk bapak bangun menjadi sebuah rumah, mengenai bahan dan isinya terserah bapak, dan tentang biaya tak usah khawatir nanti bilang sama saya". Kemudian tuan itu pergi dan meninggalkan sejumlah uang.
Seusai diperintahkan oleh tuannya maka si tukang ini mulai mengukur dan membuat konsep bangunan ala kadarnya. Ia mengerjakannya dengan asal-asalan dan tidak sepenuh hati namun ia tetap mengerjakannya hingga sebuah bangunan terbentuk dan selesai beserta isinya.
Setelah semuanya telah selesai maka tuan tersebut datang kembali menemuinya. Tukang itu pun berkata pada Tuannya " Pak, apa yang bapak perintahkan sudah selesai saya kerjakan dan ini kunci rumahnya". Tuan tersebut berkata " Baik, terimakasih karena bapak telah mengerjakannya'. sekarang kunci ini saya kembalikan lagi kepada bapak. Lalu tuan itu berkata "Sebenarnnya rumah itu saya peruntukan buat bapak".
Mendengar perkataan tuannya tukang itu merasa sedih dan menyesal telah mengerjakan bangunan itu dengan setengah hati, ia memandang dan menangis di depan bangunan yang telah dibuatnya.

Terkadang kita menyia-nyiakan kesempatan, waktu dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita. Cerita di atas adalah sebuah ilustrasi kehidupan yang dipercayakan kepada kita, namun terkadang kita menjalani nya dengan tidak sepenuh hati.
Semoga cerita di atas dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca...

Wednesday, June 22, 2011

Hari ini 22/6/11 saya mengantar teman untuk membetulkan cherger laptop miliknya. Sambil berkendara terjadi sebuah obrolan kecil:

Saya : Kirain lu punya motor?
Teman : Nggak. Makanya gua minta sama abang gua. Gua punya SIM A.
Saya : Tapi ga dipake kan?
Teman : Ya... jarang sih.
Saya : Lah sayang donk. Jadi selama ini lu kuliah ngangkot?
Teman : Iya. Abis kata abang gua punya SIM dulu baru dibeliin motor.
Saya : Ya mening punya motor dulu lah, kan bisa belajar dulu.
Teman : Sebenernya gua masih agak trauma naek motor.
Saya : Iya sih. Susah jaman sekarang mah, kita jalan tertib juga statusnya bisa jadi korban.
Teman : Nah itu dia.
Saya : kan naek angkot mahal.
Teman : Iya, gua sehari bisa abis 15.000
Saya : Sama dulu juga pas gua SMA segitu. Kan lumayan kalo dibeliin bensin bisa seminggu. Ya.... tapi disitulah letak kompleksnya masalah jaman sekarang. Kalo Anggkot dikurangin berapa banyak pengangguran nantinya, kalo motor dikurangi juga sama.

Seusai mengantar teman pulang saya mengendarai motor saya perlahan sambil menyaksikan betapa sibuk dan padatnya Bandung sekarang. Di setiap perempatan jalan kini ramai di jumpai topeng monyet, pengemis, dan penjaja dagangan lainya. Sementara itu pengguna jalan khususnya sepeda motor semakin meningkat. Saya merasa rindu Bandung yang dahulu.
Menikmati padatnya lalulintas sore itu saya melihat seorang bapak berkulit legam mengayuh sepeda, ia berjuang melawan teriknya matahari dan padatnya jalanan. Saya bertanya dalam hati "Apa yang akan terjadi di hari depan ketika manusia semakin bertambah, resiko yang makin bertambah, Lapangan kerja yang makin sulit, Wilayah yang makin padat?"

Sunday, April 24, 2011

Tentang Cinta Yang Besar (paskah)

Jika mentari tak pernah mengingkari harinya

Pantaskah aku berkata setia?

Jika rembulan tak pernah lalai akan malamnya

Layakaha aku berkata malas?

Jika udara dengan tulus berhembus

Apakah aku tak malu berkata tentang ketulusan?

Jika bunga di taman selalu bergembira menyambut surya

Masihkah aku bermuram durja?

Jika rumput tak pernah mengeluh saat diinjak

Akankah aku tak lagi sabar?


Ketika sebuah lilin rela meleleh demi menerangi

Dan ketika kayu rela terbakar demi api

Juga hujan yang turun demi kesejukan

Apa yang terjadi jika semua berada dengan keangkuhannya…?

Masih berartikah pengorbanan


Ketika kita tengah lupa dengan sekitar kita dan dengan sesama

Apakah artinya pengorbanan sang Juru Selamat yang tergantung di kayu salib?

Masihkah kita memilih kepada siapa kita memberi?

Masikah kita bertanya tentang cinta?

Masihkah kita bertanya tentang ketulusan?

Dan masihkah kita mencurigai kejujuran?


Apakah kita masih berkeras hati dan menyalibkan-Nya kembali?

Mari buka pintu hati….

Mari simpulkan senyum….

Mari kita jaga hubungan yang telah dipulihkan oleh-Nya

untuk kita dan Bapa di sorga juga sesama…


Monday, January 3, 2011

CHANGE

Tahun baru telah tiba dan kita telah melewati kehidupan ini satu tahun lagi. Banyak suka dan duka dilalui di tahun yang silam. Apa yang kita dapat dari tahun sebelumnya menjadi pengalaman dan bekal yang baik untuk mengawali sesuatu yang baru di tahun yang akan kita hadapi.
Ada berbagai macam cara melewati pergantian tahun, begitu pula ada berbagai macam perasaan yang meliputi hati kita. Ada yang melewati pergantian tahun dengan pesta kembang api, ada yang melewatinya dengan berkumpul bersama keluarga, ada yang melewatinya dengan berkumpul dengan teman-teman, ada yang melewatinya dengan konfoi kendaraan bersama grup atau club kendaran itu dan ada yang hanya melihat keindahan dan kegembiraan dari kolong jembatan dari lorong dan pelosok, ada pula yang melewati pergantian tahun dengan tangis.
Saya ingat sebuah peristiwa hari minggu pagi sebelum saya berangkat bersepeda bersama dengan teman saya. Ketika itu saya masuk ke ruangan tempat dimana lemari ibu dan ayah saya disimpan. di lemari itu terdapat sebuah cermin besar yang lebih tinggi dari badan saya. sejenak saya terdiam memandang diri saya di depan cermin itu. Saya memandang diri saya dari atas ke bawah dan tiba-tiba dalam hati saya ada suara, “kamu sudah besar, usiamu hampir dua puluh satu tahun. Lihat dirimu! Kamu belum berubah. Apa kamu mau berangkat dengan pakaian itu? Kamu sudah hampir dewasa berpenampilanlah yang pantas. Lihat teman-temanmu yang sudah berdua dan lihat dirimu yang masih sendiri. Apa kamu mau seperti itu terus?”. Saya keluar dari ruangan itu dan mengganti pakaian saya dan pergi bersepeda.
Tahun baru memang tak lebih dari hari ini dan hari esok. Menjadi sesuatu yang spesial karena kita dengan sungguh menyaipkan hal itu. Alangkah indahnya bila setiap insan di dunia dengan sungguh menyiapkan hari esok, meskipun esok tak pernah pasti namun jika disiapkan dengan antusias pasti menjadi spesial. Bukan hanya itu, yang paling penting adalah suatu perubahan. Meskipun kecil jika dilakukan oleh orang dalam jumlah besar akan menimbulkan efek yang besar. Perubahan yang paling penting adalah menjadi lebih baik. Saya punya harapan dunia ini lebih damai di tahun ini dan orang-orang bisa lebih menghargai serta mencintai satu sama lain. Saya ingat sepatah kata dalam film Evan Almighty,” jika ingin mengubah dunia lakukanlah perbuatan baik yang kecil-kecil”. Saya juga ingat sepatah kata dari buku 7 Habits For Highly Efective Teens yang berbunyi,” langkah besar selalu diawali langkah-langkah kecil”. Banyak orang ingin sesuatu yang mewah dan canggih, tak disadari semua itu diawali dengan sesuatu yang sederhana. Rasanya hidup saya mulai berubah ketika saya mencoba berbuat baik, meskipun kecil dan dirasa tak berarti namun bisa membuat senyum di bibir saya. SELAMAT TAHUN BARU 2011 semoga langkah awal yang baik di tahun ini bisa menghasilkan sesuatu yang baik di tahun-tahun yang akan datang. Good preparation good result.....