Laman

Wednesday, June 10, 2009

Sejauh Mana Kita (saya) Dapat Bersyukur

Tiba-tiba saja saya teringat ketika saya makan bersama teman-teman saya. ketika itu saya melihat beberapa teman yang makannya tidak habis. Saya melihat nasi yang masih lumayan banyak beserta laukpauknya terbuang. Sayang. Malah ada yang hanya di acak-acak saja. dalam hati saya berkata, "Waduh !! . Kenapa ga diabisin?".

Apa kita(saya) suka begitu?
kadang kalau lihat pengemis minta-minta suka ga rela ngasih,tapi makanan dibuang-buang. Kenapa ya?
seandainya makanan itu tidak dimakan dan kita berikan pada mereka mungkin lebih berguna buat menyambung nyawa..?
mau.....?

Friday, June 5, 2009

Tergerakah aku membantu mereka ?

Hari itu kira-kira pukul tiga sore aku terduduk dalam sebuah bus yang melaju menuju arah asramaku di magelang. Ketika itu aku melihat seorang bapak tua yang terdududk di samping kananku, ia membawa gembolan berupa karung. Gembolan itu dipeluknya erat. Ketika itu si bapak sedang tertidur pulas, ia tampak sangat lelah. Saat kernet membangunkan si bapak dengan maksud untuk menagih ongkos ia mengambil uang ribuan dari sakunya. Uang itu dihitungnya dengan teliti lalu diberikan kepada si kernet.

Saudaraku yang terkasih, ketika saya melihat si bapak memberikan ongkos saya berpikir berapakah uang yang dimiliki si bapak?, apakah dia punya anak istri?. Jika ia punya anak dan istri apakah resiko yang ia bawa cukup untuk menghidupi mereka,apakah anak-anaknya sekolah?
bagaiman dengan hari esok mereka?

saudaraku terkasih, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? jauh di luar kediaman kita masih banyak orang seperti di atas. Akankah kita menutup mata? jangan ! Jangan pernah kita lupa sekitar kita masih banyak saudara kita yang memerlukan kehadiran kita.

Tergerakah aku membantu mereka ?

Wednesday, May 6, 2009

Perkenalan

kita terkadang melewatkan waktu satu hari dengan percuma. saya ingin mengajak anda sekalian para pembaca untuk merenungkan kegiatan kita selama satu hari. Semoga dengan melihat kembali hidup kita satu hari kita lebih dapat memaknai hidup kita