Laman

Wednesday, November 30, 2011

Doa Malam

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadamu atas hari yang boleh aku lalui.
Terimakasih atas segala perasaan yang kurasakan sepanjang hari ini.
Terimakasih untuk nafas yang masih bisa aku hirup dan kuhembuskan,
terimakasih atas suara yang masih bisa kudengar dan kuksuarakan,
terimakasih atas cahaya yang masih bisa kulihat.
Terimakasih bahwa aku bisa menggunakan pancainderaku.
Tak lupa aku bersyukur atas kedua orang tua yang setia menemaniku dan membimbingku.

Ampuni segala kesalahan yang telah kuperbuat hari ini yang disengaja maupun tak disengaja.
Ajarilah aku juga untuk bisa tersenyum dan mengampuni orang yang menyakitiku.
Taklupa aku berdoa untuk orang-orang yang aku cintai:
bagi orang tua ku. dampingilah kami anak-anak-Mu agar kami tidak menyusahakan kedua orangtua kami,
berilah orangtua kami kesehatan, kesabaran dalam mendidik kami, kedamaian, dan rezeki yang cukup.

Untuk teman-temanku: berkatilah mereka, tuntunlah agar mereka tidak tersesat pada jalan yang salah.
berkatilah juga mereka yang telah berpulang kepada-MU, ampunilah dosa mereka dan kiranya mereka dapat berkumpul bersama-Mu di Surga. Tuhan doa yang sederhana ini kuhaturkan padamu dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara Kami. Amin.

Doa Seorang Anak

Bapa yang penuh cinta,

aku menghaturkan syukur bagimu atas segala yang kau berikan bagiku.

Aku bersyukur karena telah dilahirkan ke dunia ini dengan penuh cinta.

Aku bersyukur karena engkau telah memberikan orang tua yang menyayangiku dan saudara/i yang mencintaiku.

Aku bersyukur sebab dalam sosok mereka aku melihat cinta-Mu.

Aku bersyukur sebab engkau telah memberikan talenta bagi diriku sehingga aku bisa memuliakan nama-Mu.

Bapa yang penuh cinta,

Ajarilah aku untuk berbakti kepada kedua orang tuaku sebab mereka telah memberikan cinta-Mu sepenuhnya.

jagalah hatiku, pikiranku, ucapanku, perbutanku agar jangan aku menyakiti mereka.

Berkatilah mereka agar mereka selalu sehat, diberikan rezeki yang cukup,dan dijauhkan dari mara bahaya.

Bapa yang penuh cinta,

ajarilah aku agar aku siap untuk melepas mereka ketika mereka kau panggil, sebab sama seperti aku adalah titipan dari-Mu, begitu pula mereka adalah titipan-Mu agar aku menjadi manusia yang bijaksana.

Ajarilah aku mencintai saudara/i ku karena mereka yang menemani dalam perjalanan hidupku.

Ajarlah hari-hariku agar aku selalu menghargai kebersamaan bersama mereka.

Jagalah aku agar jangan aku tersesat dari jalan-Mu.

Bapa yang penuh cinta,

ajarilah aku agar akupun mampu memberikan cinta yang telah kudapat kepada anaku kelak juga kepada orang yang kujumpai.

Bapa yang penuh cinta,

dengan apa yang aku dapatkan dan kuberikan mampukan aku untuk memberikan yang terbaik kepada-Mu saat aku Kau panggil pulang.Amin.

Thursday, November 10, 2011

Simbol Ketulusan





Pernahkah anda melihat cahaya matahari? lampu ? lilin? atau api unggun? Jawabanya pasti :Pernah. Namun pernahkah kita memperhatikan apa yang diberikan mereka atau memperhatikan mereka yang senantiasa menyinari kita? ada dua kemungkinaan jawaban antara pernah dan tidak.

Saya ingin sedikit berbagi tentang cahaya yang saya anggap dan saya pilih sebagai simbol ketulusan. Ketulusan adalah salah satu unsur dari cinta. Dengan ketulusan manusia rela berkorban dan karena ketulusan itu unsur dari cinta tak jarang pengorbanan itu memberikan segalanya. Setiap perbuatan yang dilakukan dengan tulus akan membuahkan hasil yang baik. Saya menyimbolkan ketulusan itu dengan cahaya.

Pertama adalah matahari. Pernahkah melihat matahari terbit? Jika pernah mungkin anda juga bisa merasakan kehangatannya. Setiap hari matahari selalu setia dan tak pernah terlambat bersinar, tak pernah menunggu manusia terbangun dari tidurnya. Setiap hari dengan sinarnya menghangatkan serta memberikan kehidupan. Pernahkah terbayangkan jika matahari tidak bersinar, apa yang terjadi?. Karena matahari tumbuhan tumbuhan tumbuh dan bunga bermekaran. Karena matahari ayam berkokok dan burung berkicau. Kita pun dapat merasakan hangatnya. Ketika matahari tidak bersinar mungkin semua itu tidak ada.

Kedua adalah lampu. Lampu yang kita kenal saat ini secara umum adalah lampu listrik. Ketika kita hubungkan lampu dengan listrik maka tanpa diperintahkan lampu akan menyala. Lampu akan menyala hingga ia tidak mampu lagi menyala. Ketika kawat pijarnya putus atau listrik berhenti ia akan mati.

Ketiga adalah api. Api mendasari unsur cahaya. Dalam setiap cahaya ada api, misalnya dalam lampu. Kawat pijar yang ada dalam lampu terbakar hingga bercahaya. Bahkan matahari pun adalah bola api yang begitu besar. Ketika kita berada di dekat api kita merasakan hangat dan sekaligus melihat terangnya. Api menyala dengan bahan bakar. Beragam bahan yang bisa menimbulkan api seperti: minyak, kayu, kertas, plastik, dll. Dengan apa yang dilalapnya api akan terus berkobar tanpa peduli ada yang merasakannya atau tidak. Namun jangan sekali-kali mempermainkan api karena ia akan membakar, maka jangan sekali-kali kita mempermainkan ketulusan.

Belajar dari cahaya semoga kita semakin mengerti arti ketulusan.