Laman

Wednesday, July 28, 2010

Seporsi Usia

Suatu hari Tuhan menciptakan manusia. Tuhan memberikan seporsi usia bagi si jiwa yang akan mengisi raga manusia yang akan Ia ciptakan kelak. Jiwa ini diberikan Posi usia sebanyak 60 tahun untuk mengembara dalam tubuh manusia tersebut di dunia. Setelah segala rencana-Nya siap, maka Tuhan menyuruhnya untuk turun ke dunia mengisi kandungan seorang ibu. Manusia ini kemudian lahir. Ia terlahir dengan jenis kelamin laki-laki, ia memiliki bentuk raga sempurna dan berada di dalam keluarga yang berkecukupan.
Ketika tumbuh sebagai seorang anak kecil ia begitu dimanja oleh kedua orang tuanya. Segala kebutuhannya dicukupkan. Kedua orang tuanya begitu menyayanginya hingga tak sampai hati membiarkan ia merengek untuk menginginkan sesuatu. Kondisi ini membuatnya terlalu nyaman hingga ia tidak pernah mau berusaha. Ketika beranjak dewasa ia diberikan usaha kedua orang tuanya namun akhirnya usaha itu dengan cepat gulung tikar. Masa tuanya habis dengan menganggur dan setelah orang tuanya meninggal ia menjadi seorang pengemis. Lalu sampailah ia pada usianya yang ke 60 dan ia pun meninggal.
Setelah itu kembalilah si jiwa dengan rupa manusia yang pernah ia tinggali. Bertanyalah Tuhan ,” Apa yang sudah kamu lakukan selama kamu hidup?” lalu ia menjawab,” Saya lahir, menjadi anak-anak, remaja, dewasa, tua. Aktifitas saya bangun, sarapan, makan siang, makan malam, tidur dan kini saya kembali.” Lalu Tuhan berkata ,” hanya itu ? Lalu untuk apa saya memberimu usia sebanyak 60 Tahun?”
Saudara-saudaraku yang terkasih, apakah kitapun sama seperti cerita di atas? Mari saudaraku sekalian, dengan waktu yang masih kita miliki, kesempatan hidup yang kita miliki kita lakukan sesuatu yang berguna untuk mewarnai kehidupan. Mari kita lakukan hal-hal yang berguna bagi sesama kita manusia bahkan lebih dari itu untuk memuliakan nama-Nya.

04/06/2010