Kini ada ruang kosong di rumahku
Karena ditinggalkan penghuninya
juga ruang kosong di hati dan pikiran
ruang kosong dalam suasana
Kini beban menjadi bertambah
Pikiran menjadi padat
Waktu semakin sempit
Perasaan di hati kian tak menentu
Aku rindu kegembiraan seperti dulu
jika dapat seseorang lukiskan untuku
atau bingkiskan bagiku
atau dendangkan demi aku
Ada yang hilang
ada yang kini tak bisa diganti
masa telah menyuratkannya demikian
dan tiada guna sesal
Dan rindu tak akan pernah hilang
ia muncul dan tenggelam
ada dalam hati dan pikir juga rasa
dan beban masih bergayut di dada
Mimpi menggeliat
ingin menyatakan diri sebagai yang tertinggi
yang ada di atas
dan mesti digapai
Semangat memudar terjemur waktu
Beban menggoncang iman sedemikian rupa
Menghantui pikir menyayat rasa
menghujam rindu mematah asa
Dan kini aku hanya terdiam
hening dalam lamun
hingga air mata menetes
ditusuk seribu tanya, dibakar emosi, ditekan beban...
Blog ini ditulis berdasarkan atas inspirasi yang didapat dari kejadian nyata yang disaksikan, dialami dan dirasakan penulis. Penulis mencoba merefleksikan dan mencoba membagikannya kepada para pembaca. Semoga bermanfaat....
Tuesday, October 23, 2012
Friday, October 12, 2012
Penat
Seruling,
Temani aku menjerit malam ini
biarkan lengkingnya memecah hening
menghunus malam
Biarkan nada-nadanya menembus kelam
ketika mulut tak mampu bercerita lagi
dan tangan tak dapat menuliskannnya
dan melodi menjadi jalan
dan biarkan semuanya mengalun
hingga penat itu usai
Temani aku menjerit malam ini
biarkan lengkingnya memecah hening
menghunus malam
Biarkan nada-nadanya menembus kelam
ketika mulut tak mampu bercerita lagi
dan tangan tak dapat menuliskannnya
dan melodi menjadi jalan
dan biarkan semuanya mengalun
hingga penat itu usai
Wednesday, October 10, 2012
Rinduku
Aku rindu masa-masa itu
waktu kita berdua masih SMA
saat ketika di halaman gereja hingga senja
dan aku mengantarmu pulang
Aku rindu buku hijau itu
yang kuberikan padamu
dan kita isi bersama
tentang cerita kita
Aku rindu saat kita bertemu
walau sembunyi-sembunyi
dan saat kita sms
dengan waktu yang terbatas
Aku rindu dirimu
Kamu yang setiap selasa kuberi puisi
dan aku mencetakanmu gambar manga
dan kamu begitu gembira
Aku memang berbeda
tak mengerti ketulusanmu
tak mengerti cinta
dan membuatmu kecewa
Aku rindu
Rindu dirimu yang baik selalu padaku
meski kita tak seperti dulu
tak seperti waktu itu
Dan,
jika kini aku telah mengerti
dapatkah aku kembali?
sayang
waktu kita berdua masih SMA
saat ketika di halaman gereja hingga senja
dan aku mengantarmu pulang
Aku rindu buku hijau itu
yang kuberikan padamu
dan kita isi bersama
tentang cerita kita
Aku rindu saat kita bertemu
walau sembunyi-sembunyi
dan saat kita sms
dengan waktu yang terbatas
Aku rindu dirimu
Kamu yang setiap selasa kuberi puisi
dan aku mencetakanmu gambar manga
dan kamu begitu gembira
Aku memang berbeda
tak mengerti ketulusanmu
tak mengerti cinta
dan membuatmu kecewa
Aku rindu
Rindu dirimu yang baik selalu padaku
meski kita tak seperti dulu
tak seperti waktu itu
Dan,
jika kini aku telah mengerti
dapatkah aku kembali?
sayang
Subscribe to:
Comments (Atom)