Blog ini ditulis berdasarkan atas inspirasi yang didapat dari kejadian nyata yang disaksikan, dialami dan dirasakan penulis. Penulis mencoba merefleksikan dan mencoba membagikannya kepada para pembaca. Semoga bermanfaat....
Monday, April 19, 2010
Apa yang kamu lihat dariku?
Apakah kamu melihat aku dari pakaianku?
Apakah kamu melihat aku dari senyum indahku?
Apakah kamu melihat aku dari apa yang aku miliki?
Apakah kamu melihat aku dari pikiranku?
Apakah kamu melihat aku dari hatiku?
Apakah kamu melihat aku apa adanya dengan segala kelebihan dan kekuranganku?
Bagamanakah kita( saya ) melihat seseorang yang kita ( saya ) jumpai ataukah kita kenal ? pertanyaan mana yang akan kita ( saya ) jawab?
14-4-2010
Spion ( melihat kembali sebuah perjalanan )
Sunday, April 4, 2010
Melihat Lebih Dalam
Di satu sisi saya merasa takut kalau bapak itu orang gila, tapi saya juga merasa kasihan. Saya teringat dengan pengalaman teman saya yang live in di sebuah LSM di jakarta yang mengurusi orang-orang gila bahwa orang yang menggelandang di jalan tidak selalu gila. Ada yang menggelandang karan melarikan diri dari rumah, karna desakan ekonomi, atau sterss, dll. Dari peristiwa ini saya belajar bahwa betapa pikiran manusia cukup banyak dipengaruhi hal negatif, misalnya ketia melihat pengamen kita tidak langsung menolong tapi kita lebih dahulu berfikir negatif, seperti: ini pasti dimanfaatkan ortunya, malas, ada yang menyuruh, dll. Maka marilah kita melihat lebih dalam dan lebih jauh dari hanya sekedar penilaian atas apa yang kita lihat atau kita dengar.
2/3/2010
Berdoa Dan Mendoakan
Ketika saya pulang dari live in saya di temanggung, sepanjang perjalanan saya menjumpai pengamen. Satu hal yang baru saya sadari saat itu. Ketika pengamen selesai menyayikan lagu, biasanya sebelum berkeliling ia mengucapkan kata-kata, sebut saja doa. Seperti yang saya alami kemarin di Bus malam yang saya tumpangi. Ketika sampai di daerah ambarawa seorang pengamen masuk ke dalam bus menyanyikan dua buah lagu medley. Setelah selesai menyanyi pengamen itu berkata dalam bahasa Jawa yang artinya kurang lebih demikian ,“Ya itulah lagu dari saya atas perhatiannya terimakasih, semoga selamat sampai tujuan, berkumpul bersama keluarga, yang bekerja enteng rejekinya, yang cari jodo enteng jodonya, yang sekolah pintar sekolahnya, diberikan kesehatan.”
Ada pelajaran berharga dari setiap peristiwa kehidupan yang kita lalui setiap detiknya yang kadang kita lewatkan begitu saja. Salahsatunya dari peristiwa di atas. Sebuah hal yang sederhana, yaitu berdoa dan mendoakan. Ketika mendengar seorang pengamen yang bernyanyi, kita mendengar lagunya tapi ketika ia mulai berkata-kata sebelum meminta-minta kita mulai cuek dan tidak menganggap pengamen itu bahkan tidak memberi. Satu hal yang kadang kurang kita sadari, mereka tak pernah berhenti berdoa. Mereka berdoa setiap kali mereka selesai mendendangkan lagu dan mereka tak pernah bosan. Pernahkah kita (saya) mendoakan mereka atau orang-orang lain yang menderita?
14/2/2010