Laman

Friday, December 23, 2011

Doa Orang yang Sederhana

Tuhan aku bersyukur atas hari yang kau beri
Hari ini aku masih dapat bernafas, mendengar, melihat, berfikir dan merasa
Hari ini aku masih diperkenankan melihat sang surya, rembulan dan taburan bintang.

Terimakasih Engkau masih mempertemukan aku dengan orang tuaku
dengan saudara-saudariku
dan dengan orang yang aku sayangi
juga mereka yang hadir dan menemani hidupku

Terimakasih atas setiap peristiwa yang aku alami
Terimakasih atas rezeki yang aku terima
Terima kasih atas cinta-Mu yang begitu besar

Tuhan, aku bersyukur aku dapat melewati hari ini
Tuhan, mungkin hari ini dengan kesempatan yang aku miliki
aku belum mampu menjadi orang yang baik
maka ampunilah dosaku.

Tuhan, jika engkau berkenan lindungilah istirahatku malam ini
dan aku berharap esok aku masih dapat merasakan karunia-Mu
dan jika kesempatan itu masih aku peroleh
maka mampukanlah aku menjadi orang yang terbaik bagi-Mu.
Amin.

Thursday, December 22, 2011

Bapak, Dua Putra dan Ladang

Ada seorang bapak di sebuah desa memiliki dua orang anak laki-laki. Bapak tersebut berpropesi sebagai seorang petani untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Bapak  tersebut memiliki dua petak sawah  yang luasnya hampir sama. Ketika ia masih muda dan kedua anaknya masih kecil sawah itu dikelolanya bersama dengan kedua anak lelakinya dan juga istrinya.

Seumur hidupnya ia menghabiskan waktu bersama seorang istri dan kedua anaknya. Ketika ia menanam benih-benih padi di ladang bersama anak-anaknya sang bapak selalu memberikan cerita-cerita bijak dan bermakna bagi anak-anaknya. Begitu pula ketika benih itu tumbuh besar menjadi padi serta siap dipanen, sang bapak selalu becerita tentang cerita bijak kepada kedua anak lelakinya. Begitu terus hingga anak-anaknya tumbuh dewasa. Tak pernah sang bapak lupa untuk memberikan nilai-nilai kejujuran bagi keduanya.

Suatu saat Yang Mahakuasa memanggil sang bapak yang bijaksana, setia dan jujur ini untuk pulang kembali ke pangkuan-Nya. Sebelum meninggal bapak itu berpesan bagi kedua anaknya dan juga istrinya, " Anak-anakku, kamu yang sulung silahkan kelola sawah bapak yang sebelah Timur, urus sebaik-baiknya. Kamu anakku yang bungsu, kelola sawah bapak yang sebelah barat, urus dengan sebaik-baiknya. Untukmu istriku, terimakasih telah mendampingiku selama hidupku dengan keetiaan, kesabaran, dan cinta kasih yang begitu besar kepadaku dan anak-anak kita. Aku titipkan mereka kepadamu. Bapak minta maaf jika Bapak punya kesalahan dan kekurangan selama Bapak mendidik dan mendampingi kalian." Setelah menitipkan amantnya sang Bapak pun kembali kepada Yang Mahakuasa dengan tenang dan damai.

Seiring waktu berjalan, kedua anak lelaki itu pun mengelola sawah mereka dengan semangat dan segala amanat yang ditipkan sang Bapak. Merekapun tengah berkeluarga dan hidup masing-masing. Namun dalam perjalananya si Sulung terpengaruh dengan bujukan-bujukan dari berbagai pihak dan mulai mengakali sawahnya dan nilai-nilai kejujuran serta kebijaksanaan yang ditanamkan sang Bapak  perlahan-lahan pudar. Sementara si Bungsu tetap memegang teguh apa yang pernah diceritakan sang Bapak semasa hidupnya dan setia memegang amanatnya. Meskipun seringkali tak sesukses kakaknya.

Hidup si Sulung pun semakin pesat berkembang dibanding si Bungsu. Apa yang dimiliki si Sulung begitu cepat berlalu dan berganti, namun apa yang dimiliki si Bungsu lebih abadi dan tak semaju si Sulung namun hidup si Bungsu begitu tenang dengan segala kecukupannya.

Suatu saat keduanya jatuh sakit secara bersamaan dan dalam mimpinya mereka bertemu sang Bapak. Sang Bapak berkata kepada si Bungsu," Ayo ikut Bapak pulang". dan kemudian kepada si Sulung sang Bapak menitipkan pesan, "Kamu kelola terus ya sawah bapak. Kamu tentu masih ingat kan cerita-cerita Bapak sewaktu kamu kecil". Si Sulung terbangun dari tidurnya dan pergi menuju tempat si Bungsu, namun si Sulung mendapatinya telah pulang kembali kepada Yang Mahakuasa. Si Sulung mulai mengerti mimpinya dan merenungkan kehidupan yang pernah ia jalani dan lalui. Ia mulai mencoba memperbaiki dirinya.

Monday, December 19, 2011

Cerita Singkat Tentang Bunga yang Sederhana

Ketika berjalan
aku menemukan sebuah taman,
sebuah taman bunga.

Di dalamnya ada banyak sekali bunga
dan aku tertarik oleh salah satunya

Bunga itu begitu sederhana
Setiap kali aku melalui taman itu
tak jemu aku memandangnya
Hanya melihat saja bunga itu ada
aku gembira

Aku mencoba mendekatinya
menyiraminya
memupuknya
merawatnya
menjadikannya senantiasa indah

Namun
ada ketakutan yang datang
menyusup dalam kegembiraan

Saat aku mencoba
menggenggamnya erat
aku mulai tergores durinya
dan aku mengerti
aku telah menggenggamnya terlalu erat

Aku mulai melepas genggamanku
namun aku tetap merawat bunga di taman itu
agar ia senantiasa indah

Dan kelak
jika bunga itu telah dijadikan hiasan
aku ingin aku tahu
siapa yang menjadikanya
agar aku dapat senantiasa memberikan
apa yang dibutuhkan bunga itu
agar ia senantiasa indah.


Saturday, December 17, 2011

Seandainya Kau Tahu

Jika hari ini perasaan itu datang lagi
apa yang harus aku lakukan?

Ketika tak sanggup bertindak
Tak mampu berkata
Tak mampu berpikir hal lain
Tak mampu mengerti
apa yang kurasakan
Aku harus bagaimana?

Aku bukan Pelukis
yang mampu melukiskan perasaan itu
Aku bukan pujangga
yang mampu menulis puisi dengan indah
Aku bukan seniman
yang menuangkan rasa itu dalam seni

Aku tak pandai merayu
Aku tak pandai menggombal
Aku hanya ingin
kamu tersenyum bahagia
memberi apa yang kamu ingin
yang kamu butuhkan

Aku tak pandai membaca hati
Aku tak pintar membaca pikiran
Katakanlah..
dan aku akan mengerti

Jika hari ini aku menjadi temanmu
biarkan kelak aku menjadi sahabatmu
yang menemanimu
yang mengertimu
yang mencintaimu

Seandainya kau tahu
aku mencintaimu...


Saturday, December 10, 2011

Isi Hati Untuk Kekasih

Salah satu harapan akan hari esok
adalah menemukanmu
Menyatakan apa yang sebelumnya
mungkin kamu tak mengerti

Setiap terbangun dari tidur
aku bersyukur bertemu hari yang baru
Ketika akan memejamkan mata
aku bersyukur telah berjumpa denganmu
walau sesaat

Bersamamu dan mendampingimu hingga akhir nanti
adalah salah satu cita-cita besar dalam hidupku

Aku tak dapat membayangkan hari-hari
ketika aku menemukanmu
ketika aku bersamamu
ketika aku menjagamu
Mungkin karena terlalu indah....

Setiap malam dalam hatiku terlantun doa untukmu
Untuk kamu yang aku cintai

Seandainya kamu tahu
kamu adalah orang pertama bagi setiap kebaikanku
Berharap kamu mengerti...

Tentang waktu...
Aku tak mengerti seberapa banyak yang aku punya
dan sampai kapan aku harus mengembara di dunia

Tentang kesempatan...
Aku tak tahu seberapa banyak aku miliki

Menerima setiap kebaikanku
adalah hal terindah bagiku
Karena itulah cintaku kepadamu
Tak perlu harta untuk membalas
Tak ingin benda kau beri
Hanya menerima cintaku
dan aku akan bersyukur
dan menjagamu sepenuh jiwa raga

Jika aku tak lagi memiliki kesempatan
untuk bertemu hari esok
Aku hanya ingin
kamu mengerti cinta yang ingin aku persembahkan
hanya untukmu

Jika suatu saat aku tak ada lagi
Aku hanya ingin
Kamu membaca apa yang pernah aku rasakan
dan aku tuliskan untukmu kekasihku...


Tuesday, December 6, 2011

Sajak Pendek Tentang Kamu

Berjumpa denganmu adalah anugrah bagiku
Menemukanmu bukan yang pertama namun yang baru
Kamu memberikan arti dan warna bagi hidupku

Bagiku kamu indah
dan akan kutempatkan pada tempat terindah di hatiku
mungkin kamu bukan yang terbaik bagiku
namun..
Jika kelak kamu yang terbaik bagiku
Aku tak menyesal telah menempatkamu di sana

Aku mencintaimu
dan aku berharap kepadamu

Tentang harapan itu
Aku menyerahkan sepenuhnya pada sang Khalik


Sunday, December 4, 2011

7 Keajaiban Dunia

Sekelompok siswa kelas Geografi sedang memepelajari "Tujuh Keajaiban Dunia." Pada awal pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi:
  1. Piramida
  2. Tajh Mahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Menara Pisa
  5. Kuil Angkor
  6. Menara Eifel
  7. Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas jawabannya. Sang guru bertanya kepadanya apakah ia mempunyai kesulitan dengan daftarnya. Gadis itu menjawab, " Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena saking banyaknya."

Sang guru berkata, " Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki dan mungkin kami bisa membantu meilihkannya." Gadis itu ragu sejenak lalu kemudian membaca, "Tujuh Keajaiban Dunia" adalah :
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa menyayangi

Gadis itu ragu lagi sejenak dan kemudian kembali melanjutkan

5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa
7. dan bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika.

Saudara-saudariku yang terkasih, alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan kepada kita, kita menyebutnya "biasa". Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita.

Dikutip dari: Gempar Waringin Edisi HUT Paroki 2011