Ditengah seruan Merdeka
aku masih bertanya
'apakah kita sudah sesungguhnya merdeka?'
Ditengah seruan Merdeka
aku masih mendengar tangisan anak bangsaku
tangis kelaparan, tangis penderitaan
Ditengah seruan Merdeka
seorang kakek tua masih mengayuh becak
demi anak cucunya
Ditengah seruan Merdeka
aku masih melihat bangsaku meracuni diri
dengan sebatang rokok asing di mulutnya
Ditengah seruan Merdeka
aku masih melihat bangganya mereka
dengan produk luar negri
Ditengah seruan Merdeka
aku masih menjumpai pemuda
lupa akan budaya daerahnya
Ditengah seruan Merdeka
masih tertulis dalam surat kabar
tentang perang saudara
Ditengah seruan Merdeka
aku masih melihat mereka yang tertawa
tertawa diatas tangisan saudaranya
Ditengah seruan Merdeka
ada yang tertegun
bertanya hari ini saya makan apa?
Ditengah seruan Merdeka
aku masih gelisah melihat negriku
menyaksikan bangsaku
Blog ini ditulis berdasarkan atas inspirasi yang didapat dari kejadian nyata yang disaksikan, dialami dan dirasakan penulis. Penulis mencoba merefleksikan dan mencoba membagikannya kepada para pembaca. Semoga bermanfaat....
Friday, August 17, 2012
Tuesday, August 14, 2012
Tiga Kata dan Sebatang Pinsil
Aku ingin menuliskan kata itu
kata yang selalu ingin kuucapkan padamu
Aku igin menuliskannya dengan sebatang pinsil
menuliskannya dengan mantap dan jelas
Agar ketika kau melihatnya
tulisan itu tidak pudar
Atau jika kau menghapusnya
goresannya tetap ada
dan jika kau membuangnya
kau ingat bagaimana kau meremasnya
dan jika kau merobeknya
kau tetap ingat akan suara koyaknya
dan jika kau membakarnya
kau tetap ingat akan bau asapnya
ataupun ketika kau menghanyutkannya bersama air
kau senantiasa ingat bagaimana gelombang membawanya pergi
Namun aku sangat berharap kau membacanya
dan menerima pernyataan itu
pernyataan yang tak mudah kuungkapkan
yang membutuhkan keberanian besar
simpanlah itu senantiasa
dalam hatimu dalam ingatanmu
kata yang selalu ingin kuucapkan padamu
Aku igin menuliskannya dengan sebatang pinsil
menuliskannya dengan mantap dan jelas
Agar ketika kau melihatnya
tulisan itu tidak pudar
Atau jika kau menghapusnya
goresannya tetap ada
dan jika kau membuangnya
kau ingat bagaimana kau meremasnya
dan jika kau merobeknya
kau tetap ingat akan suara koyaknya
dan jika kau membakarnya
kau tetap ingat akan bau asapnya
ataupun ketika kau menghanyutkannya bersama air
kau senantiasa ingat bagaimana gelombang membawanya pergi
Namun aku sangat berharap kau membacanya
dan menerima pernyataan itu
pernyataan yang tak mudah kuungkapkan
yang membutuhkan keberanian besar
simpanlah itu senantiasa
dalam hatimu dalam ingatanmu
Wednesday, August 8, 2012
Arti Hadirmu dan Sebingkis Rindu
Kamu begitu indah bagiku
segalanya bisa menjadi nomer dua karenamu
dan segalanya bisa kuusahakan untukmu
Dalam sendiriku bayangmu hadir
namun haruskah kuusir semua itu?
rasanya terlalu indah
Kamu membuatku tertarik padamu
dan aku menyayangimu
namun apakah kau buat itu juga pada yang lain?
Kamu menorehkan banyak kenangan
menyiratkan banyak makna
membekaskan setiap kata
Kamu menuangkan arti rindu
membuatnya indah bersama waktu
menggambarkan senyum di wajahku
Bukan karena cantikmu saja
juga sikapmu yang seringkali membuatku membeku
dan membuatku tak berdaya
Pernah terbersit dalam benakku
untuk membuatmu membencinya
dan memilih aku
Betapa bahagianya bisa bersamamu walau sejenak
dan itu selalu ku kenang
dan jangan paksa menghapus kenangan itu
Jika sampai akhir nanti kau tetap bersamanya
izinkan aku senantiasa menyayangimu
dan mendoakanmu dalam tiap waktuku
segalanya bisa menjadi nomer dua karenamu
dan segalanya bisa kuusahakan untukmu
Dalam sendiriku bayangmu hadir
namun haruskah kuusir semua itu?
rasanya terlalu indah
Kamu membuatku tertarik padamu
dan aku menyayangimu
namun apakah kau buat itu juga pada yang lain?
Kamu menorehkan banyak kenangan
menyiratkan banyak makna
membekaskan setiap kata
Kamu menuangkan arti rindu
membuatnya indah bersama waktu
menggambarkan senyum di wajahku
Bukan karena cantikmu saja
juga sikapmu yang seringkali membuatku membeku
dan membuatku tak berdaya
Pernah terbersit dalam benakku
untuk membuatmu membencinya
dan memilih aku
Betapa bahagianya bisa bersamamu walau sejenak
dan itu selalu ku kenang
dan jangan paksa menghapus kenangan itu
Jika sampai akhir nanti kau tetap bersamanya
izinkan aku senantiasa menyayangimu
dan mendoakanmu dalam tiap waktuku
Subscribe to:
Comments (Atom)