Laman

Friday, December 21, 2012

Demikianlah Cinta


Kata demi kata kurangkai untukmu
nampaknya tak sepenuhnya kau mengerti
Memang yang kutulis kalimat bersayap
kerna begitulah puisi
Namun sesungguhnya aku hanya ingin mengatakan
aku cinta kamu

Cinta seperti kupu-kupu yang terbang melayang
Sayapnya warna-warni memabukkan
Bila kau kejar ia terbang semakin jauh
Bayangnya pun tak mampu kau raih
Bila engkau diam ia akan datang menghampiri,
ho hinggap di hatimu

Kekasihku, ulurkan jemari tanganmu,
dekaplah aku ke dalam helaan nafas
rindu biarkanlah terbakar
cemburu biarkanlah membara
sebab demikianlah cinta

Cinta seperti kupu-kupu yang terbang melayang
Sayapnya warna-warni memabukkan
Bila kau kejar ia terbang semakin jauh
Bayangnya pun tak mampu kau raih
Bila engkau diam ia akan datang menghampiri,
ho ho ho hinggap di hatimu

Kekasihku, ulurkan jemari tanganmu,
dekaplah aku ke dalam helaan nafas
rindu biarkanlah terbakar
cemburu biarkanlah membara
sebab rindu biarkanlah terbakar
cemburu biarkanlah membara
sebab demikianlah cinta

Song: Ebiet G Ade

Sunday, December 2, 2012

Rasa di Pagi Buta

Dan kini nampaknya keinginan itu salah
entah aku yang terlalu berlebihan
menafsirkan hal itu sepihak

Pagi ini kala hari berganti aku merindumu
rindu senyumu yang pernah kusaksikan
dirimu yang dulu pernah ada di sini

Kini aku melihat gambarmu
yang mungkin bahagia bersamanya
dan aku nampaknya bukan seseorang yang tepat

Dia yang mungkin bisa memberi
apa yang aku tak pernah beri
dan kini dia mampu

Mungkin lain dengan aku
yang hanya bisa merindukanmu
yang hanya berdiam diri sebatas angan

Atau kamu yang berusaha bahagia
meski semua itu lain di wajah lain di hati
serta berusaha menikmati semuanya

Nampaknya keinginan itu salah
Kamu kini bahagia
dan aku mestinya ikut bahagia

bukankah begitu?
Atau aku yang terlalu dangkal menilai?
Ataukah itu hanya bagian masa lalumu?

Aku yang tak pernah berani
menuliskan namamu dalam puisi-puisiku
ingin mengharapmu kembali

akankah itu begitu konyol?
seorang pria penakut yang menanti bintang
dan hanya berpuisikan harapan tanpa tindakan

Kamu yang begitu baik
yang pernah aku sia-siakan
dan kini diharapkan lagi

Sebutir berlian tak pantas dibingkai tembaga
bukankah demikian emas lebih pantas
lantas itukah cinta?

ataukah pikiran kita yang tengah dibelenggu
dibelenggu adat budaya
dan aturan yang mengekang cinta..?

atau aku yang terlalu pagi melamun
dan membuat pikiran yang tak jelas
dan rasa di pagi buta??

Sunday, November 25, 2012

Cerita Dibalik Senyum

Saat aku melihat waktu
dua jarum sejajar itu kini telah berlalu separuh perjalanan
dan senyum itu masih tersimpul di wajahku

Pertemuan itu sebegitu indah
hingga melupakannya terasa begitu sayang
nampaknya kau adalah seseorang itu

Lima tahun lalu di depan gereja itu
aku masih ingat
ketika aku mengumpulkan banyak puisi dan gambar kesukaanmu

Delapan bulan kemudian kita harus berjalan masing-masing
Aku harus berangkat
dan aku tau kau masih menyimpan rasa itu

Kau masih menjadi yang terbaik
dan aku percaya itu
hingga kini kau tetap baik dan selalu

Jalan hidup berkata lain
Idealismeku dikalahkan cinta
dan membawaku kembali padamu

Pertemuan sore itu membuatku merasa begitu bahagia
ataukah aku yang terlalu berlebihan
atau terlalu berharap tentang masa lalu yang begitu jauh

satu hal..
kau tetap baik
dan selalu

Tuesday, October 23, 2012

Kontradiksi

Kini ada ruang kosong di rumahku
Karena ditinggalkan penghuninya
juga ruang kosong di hati dan pikiran
ruang kosong dalam suasana

Kini beban menjadi bertambah
Pikiran menjadi padat
Waktu semakin sempit
Perasaan di hati kian tak menentu

Aku rindu kegembiraan seperti dulu
jika dapat seseorang lukiskan untuku
atau bingkiskan bagiku
atau dendangkan demi aku

Ada yang hilang
ada yang kini tak bisa diganti
masa telah menyuratkannya demikian
dan tiada guna sesal

Dan rindu tak akan pernah hilang
ia muncul dan tenggelam
ada dalam hati dan pikir juga rasa
dan beban masih bergayut di dada

Mimpi menggeliat
ingin menyatakan diri sebagai yang tertinggi
yang ada di atas
dan mesti digapai

Semangat memudar terjemur waktu
Beban menggoncang iman sedemikian rupa
Menghantui pikir menyayat rasa
menghujam rindu mematah asa

Dan kini aku hanya terdiam
hening dalam lamun
hingga air mata menetes
ditusuk seribu tanya, dibakar emosi, ditekan beban...

Friday, October 12, 2012

Penat

Seruling,
Temani aku menjerit malam ini
biarkan lengkingnya memecah hening
menghunus malam

Biarkan nada-nadanya menembus kelam
ketika mulut tak mampu bercerita lagi
dan tangan tak dapat menuliskannnya
dan melodi menjadi jalan

dan biarkan semuanya mengalun
hingga penat itu usai

Wednesday, October 10, 2012

Rinduku

Aku rindu masa-masa itu
waktu kita berdua masih SMA
saat ketika di halaman gereja hingga senja
dan aku mengantarmu pulang

Aku rindu buku hijau itu
yang kuberikan padamu
dan kita isi bersama
tentang cerita kita

Aku rindu saat kita bertemu
walau sembunyi-sembunyi
dan saat kita sms
dengan waktu yang terbatas

Aku rindu dirimu
Kamu yang setiap selasa kuberi puisi
dan aku mencetakanmu gambar manga
dan kamu begitu gembira

Aku memang berbeda
tak mengerti ketulusanmu
tak mengerti cinta
dan membuatmu kecewa

Aku rindu
Rindu dirimu yang baik selalu padaku
meski kita tak seperti dulu
tak seperti waktu itu

Dan,
jika kini aku telah mengerti
dapatkah aku kembali?
sayang





Thursday, September 20, 2012

Dimana Damaiku?


Lalu karena mereka berbeda, kamu sebut mereka aneh
dan karena mereka berbeda, kamu ganggu
serta karena mereka berbeda, kamu perangi
juga kamu bunuh...

Lalu, mengapa kamu tidak juga perlakukan sama pada mereka?
Saudara lelakimu
Saudara perempuanmu
Ayahmu
Ibumu
Kakekmu
Nenekmu
Cucumu
Dan kamu berada di bumi sendirian

Dan kamu meletakan kebenaran atasmu
dengan pikiran dalam otak yang hanya sebesar kepalamu
yang mengaku mengerti dan memahami
dan kamu menghilangkan manusiawi

Tidakkah kamu lahir dari rahim bersama kasih?
Tidakah kamu diasuh ibu dengan cinta?
atau kamu tidak dididik dalam moral?
dan dunia mengisi kamu dalam kebencian?
atau hanya karena setitik rasa kecewa dan kamu membabibuta?

Kamu kepalkan tangan
kamu hunuskan pedang
kamu kokang senjata
kamu ayunkan pada saudaramu
orang tuamu
anakmu

Dimana damai?
Dimana cinta?
Telah habiskah dimakan zaman?
atau kering terbakar api amarah?

Tuesday, September 11, 2012

Woman and a Fork




There was a young woman who had been diagnosed with a terminal illness and had been given three months to live. So as she was getting her things 'in order,' she contacted her Pastor and had him come to her house to discuss certain aspects of her final wishes.

She told him which songs she wanted sung at the service, what scriptures she would like read, and what outfit she wanted to be buried in.

Everything was in order and the Pastor was preparing to leave when the young woman suddenly remembered something very important to her.

'There's one more thing,' she said excitedly..

'What's that?' came the Pastor's reply.

'This is very important,' the young woman continued. 'I want to be buried with a fork in my right hand.'

The Pastor stood looking at the young woman, not knowing
quite what to say.

That surprises you, doesn't it?' the young woman asked.

'Well, to be honest, I'm puzzled by the request,' said the Pastor.

The young woman explained. 'My grandmother once told me this story, and from that time on I have always tried to pass along its message to those I love and those who are in need of encouragement. In all my years of attending socials and dinners, I always remember that when the dishes of the main course were being cleared, someone would inevitably lean over and say, 'Keep your fork.' It was my favorite part because I knew that something better was coming...like velvety chocolate cake or deep-dish apple pie. Something wonderful, and with substance!'

So, I just want people to see me there in that casket with a fork in my hand and I want them to wonder 'What's with the fork?' Then I want you to tell them: 'Keep your fork ..the best is yet to come.'

The Pastor's eyes welled up with tears of joy as he hugged the young woman good-bye. He knew this would be one of the last times he would see her before her death. But he also knew that the young woman had a better grasp of heaven than he did. She had a better grasp of what heaven would be like than many people twice her age, with twice as much experience and knowledge. She KNEW that something better was coming.

At the funeral people were walking by the young woman's casket and they saw the cloak she was wearing and the fork placed in her right hand.. Over and over, the Pastor heard the question, 'What's with the fork?' And over and over he smiled.

During his message, the Pastor told the people of the conversation he had with the young woman shortly before she died. He also told them about the fork and about what it symbolized to her. He told the people how he could not stop thinking about the fork and told them that they probably would not be able to stop thinking about it either.

He was right. So the next time you reach down for your fork let it remind you, ever so gently, that the best is yet to come. Friends are a very rare jewel, indeed. They make you smile and encourage you to succeed Cherish the time you have, and the memories you share .... being friends with someone is not an opportunity, but a sweet responsibility.

Send this to everyone you consider a FRIEND...and I'll bet this will be an
email they do remember, every time they pick up a fork.!

And just remember...keep your fork!

Source: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=282316115205838&set=a.200522316718552.37349.200501900053927&type=1

Monday, September 10, 2012

Mengumpulkan Masa Lalu

Dan jika suatu esok
Tuhan berkenan kepadaku dan kepadamu
Aku ingin kita bertemu kembali
untuk belajar tentang masa lalu

Masih lekat dalam ingatanku
Saat pertama kali kita bertemu
dan ketika aku menyatakan perasaanku

Aku merasa seperti orang bodoh
yang tak sesungguhnya mengerti tentang perasaanku
dan aku beranjak darimu tanpa isyarat

Saat kita bertemu kembali di suatu esok itu
aku ingin kau dan aku membuka kembali
buku yang pernah kita tulis bersama

Buku yang berisi tawamu, tangismu, keluh dan kesahmu
dan tentang sajak-sajak yang kutulis
tentang rasa yang masih abu-abu

Gadisku,
waktu telah menuntun aku bertemu dengan mereka
guru yang memberikan aku makna
tentang perjalanan yang pernah kita tempuh

Dan ketika aku semakin memahami semuanya
kini aku mengerti tentang kamu dan rasa itu
tentang cerita kita

Sampai saat ini
tak seorangpun mampu sepertimu
seperti kamu mengerti aku

Gadisku,
Aku menawarkan rasa itu pada insan jelita
mereka yang kutemui dalam perjalananku
namun tak seorangpun mau menerimanya

Gadisku,
Aku ingin bertemu dengan suatu esok itu
dan ketika kita bersama bercengkrama
mengumpulkan masa lalu..


Sunday, September 9, 2012

Director, Mother and Young Man



One young academically excellent person went to apply for a managerial position in a big company.He passed the first interview, the director did the last interview, made the last decision. The director discovered from the CV that the youth's academic achievements were excellent all the way, from the secondary school until the postgraduate research, never had a year when he did not score.

The director asked, "Did you obtain any scholarships in school?" the youth answered "none".

The director asked, " Was it your father who paid for your school fees?" The youth answered, "My father passed away when I was one year old, it was my mother who paid for my school fees.

The director asked, " Where did your mother work?" The youth answered, "My mother worked as clothes cleaner. The director requested the youth to show his hands. The youth showed a pair of hands that were smooth and perfect.

The director asked, " Have you ever helped your mother wash the clothes before?" The youth answered, "Never, my mother always wanted me to study and read more books. Furthermore, my mother can wash clothes faster than me.

The director said, "I have a request. When you go back today, go and clean your mother's hands, and then see me tomorrow morning.

The youth felt that his chance of landing the job was high. When he went back, he happily requested his mother to let him clean her hands. His mother felt strange, happy but with mixed feelings, she showed her hands to the kid. The youth cleaned his mother's hands slowly. His tear fell as he did that. It was the first time he noticed that his mother's hands were so wrinkled, and there were so many bruises in her hands. Some bruises were so painful that his mother shivered when they were cleaned with water.

This was the first time the youth realized that it was this pair of hands that washed the clothes everyday to enable him to pay the school fee. The bruises in the mother's hands were the price that the mother had to pay for his graduation, academic excellence and his future. After finishing the cleaning of his mother hands, the youth quietly washed all the remaining clothes for his mother. That night, mother and son talked for a very long time.

Next morning, the youth went to the director's office.

The Director noticed the tears in the youth's eyes, asked: "Can you tell me what have you done and learned yesterday in your house?"

The youth answered," I cleaned my mother's hand, and also finished cleaning all the remaining clothes'

The Director asked,"please tell me your feelings."

The youth said, Number 1, I know now what is appreciation. Without my mother, there would not the successful me today. Number 2, by working together and helping my mother, only I now realize how difficult and tough it is to get something done. Number 3, I have come to appreciate the importance and value of family relationship.

The director said, "This is what I am looking for to be my manager. I want to recruit a person who can appreciate the help of others, a person who knows the sufferings of others to get things done, and a person who would not put money as his only goal in life. You are hired.

Later on, this young person worked very hard, and received the respect of his subordinates. Every employee worked diligently and as a team. The company's performance improved tremendously.

A child, who has been protected and habitually given whatever he wanted, would develop "entitlement mentality" and would always put himself first. He would be ignorant of his parent's efforts. When he starts work, he assumes that every person must listen to him, and when he becomes a manager, he would never know the sufferings of his employees and would always blame others. For this kind of people, who may be good academically, may be successful for a while, but eventually would not feel sense of achievement. He will grumble and be full of hatred and fight for more. If we are this kind of protective parents, are we really showing love or are we destroying the kid instead?

You can let your kid live in a big house, eat a good meal, learn piano, watch a big screen TV. But when you are cutting grass, please let them experience it. After a meal, let them wash their plates and bowls together with their brothers and sisters. It is not because you do not have money to hire a maid, but it is because you want to love them in a right way. You want them to understand, no matter how rich their parents are, one day their hair will grow gray, same as the mother of that young person. The most important thing is your kid learns how to appreciate the effort and experience the difficulty and learns the ability to work with others to get things done.
 —

Monday, September 3, 2012

Kawanku


Saat letusan senjata itu
Aku berlari ke arahmu
Dan disana kau bersama kawan yang lain
Terduduk tak mampu lagi tersenyum

Linang air mata di pipimu tak mampu kau hapus
Dan kali itu aku melihatmu mencoba untuk tetap bertahan
Menatap kami kawan-kawanmu
Dan kau berkata
‘usah kau menggantikan aku. Aku yakin kalian tengah lelah’

Dan kau tertatih menuju tenda
Dan berlindung
Dan saat tatapmu hilang kami bertempur

Kawan, menolehlah..
Aku menepuk bahumu meneguhkanmu
Mengerti kata ‘baik saja’mu bukan seianya

Kawan,
Jangan hapus tangis itu
Dan lepaskan segala beban yang menyelempang di bahu

Kawan,
Kami kawanmu…
Meski tak setiap rahasia terjaga, kami ada untukmu
Dan menangislah di bahu kami

Kawan,
Jika ratap itu menenangkanmu, merataplah
Jika air mata itu keluhmu, tumpahkan…

Kawan,
Tersenyumlah dan mari bertempur bersama kembali…

2 September 2012
Untuk seorang kawan

2 September


Hari lalu aku telah merancangkan strategi perang
Strategi untuk bertempur
Aku telah menata pasukanku teratur
Dan menyiapkan senjatanya lengkap

Hari ini perang dimulai
Dan aku heran pasukanku tiada
Tak satupun ada disampingku
Tak seorangpun menemaniku bertempur

Aku kapten, berperang sendirian
Menggendong senjata banyak jenis
Menyelempangkannya ke bahu
Sigap waspada gempuran musuh

Namun,
Hari ini aku ditikam oleh pasukanku sendiri
Mereka menikamku dari belakang
Melumpuhkan aku dengan senjata yang pernah aku berikan

Aku terjatuh
Terdududuk
Aku merintih

Betapa sakitnya luka itu
Dan aku menangis
Menatap mereka yang menikamku
Menikam dengan wajah yang tanpa kenal bersalah

Maka hari ini sang Juru Selamat hadir
Hadir dalam lukaku
Seperti taman Getsemani hatiku sunyi
Hancur , lebur..

2 September 2012
Dipersembahkan untuk seorang kawan

Friday, August 17, 2012

Ditengah Seruan Merdeka

Ditengah seruan Merdeka
aku masih bertanya
'apakah kita sudah sesungguhnya merdeka?'

Ditengah seruan Merdeka
aku masih mendengar tangisan anak bangsaku
tangis kelaparan, tangis penderitaan

Ditengah seruan Merdeka
seorang kakek tua masih mengayuh becak
demi anak cucunya

Ditengah seruan Merdeka
aku masih melihat bangsaku meracuni diri
dengan sebatang rokok asing di mulutnya

Ditengah seruan Merdeka
aku masih melihat bangganya mereka
dengan produk luar negri

Ditengah seruan Merdeka
aku masih menjumpai pemuda
lupa akan budaya daerahnya

Ditengah seruan Merdeka
masih tertulis dalam surat kabar
tentang perang saudara

Ditengah seruan Merdeka
aku masih melihat mereka yang tertawa
tertawa diatas tangisan saudaranya

Ditengah seruan Merdeka
ada yang tertegun
bertanya hari ini saya makan apa?

Ditengah seruan Merdeka
aku masih gelisah melihat negriku
menyaksikan bangsaku

Tuesday, August 14, 2012

Tiga Kata dan Sebatang Pinsil

Aku ingin menuliskan kata itu
kata yang selalu ingin kuucapkan padamu

Aku igin menuliskannya dengan sebatang pinsil
menuliskannya dengan mantap dan jelas

Agar ketika kau melihatnya
tulisan itu tidak pudar

Atau jika kau menghapusnya
goresannya tetap ada

dan jika kau membuangnya
kau ingat bagaimana kau meremasnya

dan jika kau merobeknya
kau tetap ingat akan suara koyaknya

dan jika kau membakarnya
kau tetap ingat akan bau asapnya

ataupun ketika kau menghanyutkannya bersama air
kau senantiasa ingat bagaimana gelombang membawanya pergi

Namun aku sangat berharap kau membacanya
dan menerima pernyataan itu

pernyataan yang tak mudah kuungkapkan
yang membutuhkan keberanian besar

simpanlah itu senantiasa
dalam hatimu dalam ingatanmu

Wednesday, August 8, 2012

Arti Hadirmu dan Sebingkis Rindu

Kamu begitu indah bagiku
segalanya bisa menjadi nomer dua karenamu
dan segalanya bisa kuusahakan untukmu

Dalam sendiriku bayangmu hadir
namun haruskah kuusir semua itu?
rasanya terlalu indah

Kamu membuatku tertarik padamu
dan aku menyayangimu
namun apakah kau buat itu juga pada yang lain?

Kamu menorehkan banyak kenangan
menyiratkan banyak makna
membekaskan setiap kata

Kamu menuangkan arti rindu
membuatnya indah bersama waktu
menggambarkan senyum di wajahku

Bukan karena cantikmu saja
juga sikapmu yang seringkali membuatku membeku
dan membuatku tak berdaya

Pernah terbersit dalam benakku
untuk membuatmu membencinya
dan memilih aku

Betapa bahagianya bisa bersamamu walau sejenak
dan itu selalu ku kenang
dan jangan paksa menghapus kenangan itu

Jika sampai akhir nanti kau tetap bersamanya
izinkan aku senantiasa menyayangimu
dan mendoakanmu dalam tiap waktuku

Friday, July 27, 2012

Sabar Ya..

Bulan Puasa itu adalah bulan dimana segala hawa nafsu dikekang. Salah satunya adalah menahan lapar dahaga..dan cerita pun dimulai..

Sore tadi saya berangkat dari rumah dengan sepeda keranjang milik teman yang minta dibetulkan oleh saya. Ceritanya sih lagi test drive setelah beres dibetulin. Sambil test drive sekalian saya beliin lampu depannya. 

Mulailah saya dengan kayuhan pertama lalu kayuhan kedua, lalu kemudian kayuhan ketiga dan keempat dan akhirnya oper gigi dan terus hingga makin cepat dan sepeda melaju dengan mantap dan sebenarnya bukan ini inti ceritanya...hehe maap..

Demi sebuah konsep baru dari lampu sepeda onthel saya pergi membeli sebuah senter kepala LED untuk kemudian dikonversikan ke dalam dudukan lampu sepeda onthel. Seperti biasa sasaran saya adalah tukang loak disepanjang jalan Astana Anyar Bandung namun, karena kesorean maka tukang loak sudah beres-beres lapak mau pulang, jadi akhirnya saya teruskan perjalanan menuju Tegalega. Singkat cerita lampu itu kemudian saya dapatkan dan saya beli dengan harga 15.000rupiah+batre (itu barang baru lho ya...inget bukan dari loak).

Sewaktu pulang saya melewati jalan Pajagalan, saya memilih lewat situ karena memang kondisi Jalan Astana Anyar padat merayap, lagi ada pembetulan got. Pas saya mau nyebrang di kanan saya ada 2 unit sepeda motor (tapi bukan untuk anda pemirsa dirumah) yang mau ikutan nyebrang. Dari arah kiri ada juga sepeda motor yang melaju kancang, sementara salahsatu sepeda motor di kanan saya sudah meluncur, lalu karena ada yang melaju kencang maka kemudian berhenti. Setelah berpapasan nampaknya timbul keraguan diantara kedua pengemudi, dan kemudian sepeda motor di sebelah kanan saya tersenggol ban depannya oleh sepeda motor yang melaju kencang tadi. Setelah kejadian itu maka terjadi kejar-kejaran padahal tidak ada korban dan sepeda motor keduanya pun baik2 saja. Sementara itu saya kembali melanjutkan perjalanan ( gitu aja sih intinya mah ).

Sesampainya saya di tukang cat langganan saya maka saya ceritakan pengalaman saya tadi. Respon tukang cat setelah saya bercerita adalah ''ya kalo jalan padet gini mah harus sabar, kesenggol dikit ya wajar apalagi bulan puasa. ''

Hmmm...Iya ya sob...mengalahkan diri sendiri itu lebih susah ya daripada ngalahin orang lain...nahan diri lebih susah daripada suruh nahan tembok yang mau roboh (itu mah ketimpa bro...upsss)....

Buat temen2 yang lagi puasa...sabar ya..godaan itu emang ada dimana aja..saya percaya kalo kita serahin sama yang di atas kita pasti dikasih kekuatan..

Wednesday, July 25, 2012

Mengasihi dan Mengasihani

Suatu saat ada seorang anak kecil, dia mau menyebrang sebuah jalan yang sangat ramai dengan kendaraan2 yang lalu lalang. Memang ada ayahnya di situ, tapi dia tidak menolong anak itu. Dia terus berusaha mw nyebrang, tpi berhenti lagi karena berbagai pertimbangannya.


Lalu lewat seseorang yang ingin membantu, tapi langsung dihalangi oleh ayahnya
ayah : "Jangan bantu dia!"
orang : "anda gila! dia kesusahan!"
ayah : "tinggalkan dia! Jangan dibantu!"
lalu orang itu pun pergi, dan anak itu terus merasa takut menyeberang, lalu
datanglah seorang ibu2, dan sama, ibu2 itu pun dimarahi oleh sang ayah
ayah : "Biarkan anak itu menyeberang sendiri!"
ibu2 : "Bapak ga punya otak apa? mana bisa dia nyeberang di jalan ini!"
ayah : "Saya ini Ayahnya, saya lebih tau kemampuan anak saya daripada anda!"
ibu2 : "Apa anda ga kasian liat anak anda ketakutan ingin menyeberang, lihat! dia sudah mau menangis!"
ayah : "Lihat! Anda Cuma MENGASIHANI Anak Saya, Tapi Saya Lebih MENGASIHI Anak Saya dan Saya Tau Benar Kalau Anak Saya Bisa Melewatinya!"
Lalu setelah beberapa lama waktu berlalu, sang anak berhasil menyeberang. Dan ayahnya mengejar ke seberang dan memeluknya dengan erat anaknya yang menangis karena bangga, dan ayahnya berkata, "Ayah Tau Kamu itu Bisa, Ayah Lebih Memilih Mengasihi Kamu dari Pada Mengasihani Kamu"

Inspire From:  dari crita Pst. Denny Sriyoto di khotbahnya beberapa taun lalu
"Terkadang Mengasihi itu terlihat lebih kejam dari Mengasihani"

Sumber: FB/OMK Sarimawartoba/David Michael William Setyadarma/Tuesday 9:48pm..

Saturday, July 21, 2012

Ketulusan

Aku mengenalmu di suatu waktu
membayangkan indahnya cinta
melukis mimpi malam-malamku dengan senyumu

Sejak itu aku merasa jadi lebih dewasa
ketika banyak dari kata-katamu yang terekam
dan semua itu tak hilang hingga kini

Ketika candamu mewarnai sepiku
disana aku mulai mengerti bagaimana mencintai
dan mulai menerima diri

Alangkah bahagianya aku mengenalmu
meskipun mungkin aku tak bisa mendampingimu
namun aku berharap

Jika waktu menuntun kita untuk bersama
alangkah bahagianya aku
namun jika tidak izinkan aku tetap mendoakanmu

Tetaplah kau memanggilku dengan sebutan itu
karena aku bahagia dengan sebutan itu
dan lebih mudah bagiku untuk merelakanmu

Dan bila suatu saat kau membutuhkanku
jangan ragu untuk datang kepadaku
karena aku akan selalu ada untukmu


Friday, July 20, 2012

Kegembiraan Waktu Itu

Kamu yang kesekian
yang menarik hatiku
yang membuatku berharap dan melamun

Maaf aku pernah mengabadikanmu
menawanmu dalam perasaan
membelenggumu dalam fantasi

Satu Hal
aku bahagia pernah mengenalmu
dekat denganmu
meski hanya teman

Aku Gembira
kamu pernah mengisi lamunanku
mewarnai hidupku
dan menuliskan cerita dalam lembaran hidupku

Cinta Sepihak

Dan semuanya harus berlalu
Juga perasaan itu


Waktu akan terus berjalan
Dan peristiwa kehilangan akan tetap ada
Hingga mata ini terpejam
Hingga jiwa ini kembali kepada-Nya

Dan aku mungkin terlalu dalam bermimpi
Mengharap dirimu bersamaku

Aku tak mau mengingkari hati
Jika aku membohongi perasaanku sendiri
Apa artinya dirmu yang terlihat?

Kamu yang begitu dekat
Sekaligus begitu jauh
Merasuki perasaan
Menghantui pikiran

Mungkin terlalu bodoh bagiku
menantimu yang sepertinya tidak mungkin
mengharap suatu saat kamu meninggalkannya
dan memilih aku

Aku yang setia dan sabar
menjadi pelarianmu
mendengar keluh kesahmu
senantiasa bersedia menolongmu

Tapi mungkin bagimu
aku hanya aku
tak lebih dari aku
dan bukan pilihan

Friday, July 13, 2012

Waktu

Waktu,
bicaralah kepadaku
buatlah aku mengerti tentang semua ini

Ajarkanlah aku peka
untuk mengenalnya
dan memahami perasaannya

Ajarlah aku untuk berani
mengatakan perasaanku padanya
meyakinkannya akan perasaanku

Ajarlah aku untuk senantiasa bersyukur
manakala aku kecewa
manakala aku bahagia

Waktu,
ajarlah aku menikmati perjalanan hidup ini
menikmati setiap pertemuan dengannya
menghargai hadirnya

Hai Kamu

Datang saja kepadaku hai kamu
Dan tersenyum kepadaku
Dan duduk disampingku
Dan berbicara kepadaku

Ketahui saja diriku hai kamu
Ingat namaku
Ingat wajahku
Ingat ingat sikapku

Kenali saja diriku hai kamu
Abadikan gambarku
Simpan nomor telfonku
Catat profilku dalam hatimu

Pahami saja diriku hai kamu
Biarkan aku mengertimu
Dan kamu mengerti aku
Dan biarkan kita saling menjaga

Sunday, July 8, 2012

Aku dan Ceriamu


Aku gembira melihat senyumu
Memandang indah wajahmu
Mendengar  merdu suaramu
Menyaksikan  genitnya sikapmu

Gadis, aku mencintaimu
Dan jika dapat
Aku ingin mendampingimu
Hingga akhirnya nanti

Gadis, aku tak mampu mengerti
Mengapa kau begitu indah di mataku
Mengapa begitu berarti engkau bagiku
Mengapa aku menyayangimu

Gadis, kau mencuri sebagian waktuku
Untuk mengingatmu
Untuk menatapi gambarmu
Dan mengatakan ‘aku sayang kamu’

Jika kita tidak digariskan untuk bersama
Aku tetap bersyukur bisa mengenalmu
Pernah dekat denganmu
Dan biarkan aku tetap mencintaimu

Gadis…

Monday, July 2, 2012

Angan dan Rindu

Seandainya aku ada bersamamu malam ini
Aku ingin menikmati langit malam ini bersamamu
Menikmati indahnya purnama
Menikmati kerlip bintang

Saat sebelum kau berangkat
engkau mengatakannya lagi
"langit begitu indah"
dan aku pun setuju

Manjamu seringkali membuatku tak berdaya
namun karena itu aku menyukaimu
manisnya senyumu mengisi ingatanku
dan polosnya wajahmu membuatku terpaku

Kau telah menjawab rindu itu
rindu akan malam itu
dan kau telah memberikan ingatan baru
dan membuat rindu yang baru

Sunday, July 1, 2012

Kerinduan Malam Ini

Langit malam ini cerah
Secerah ketika bersamamu
Secerah ketika engkau mengucapkannya

Bintang begitu genit berkelip
Bulan dengan jelita bersinar
Semuanya indah malam ini

Malam ini tak ada awan menghalagi
Begitu mempesonakan aku
mengingatkan aku saat-saat itu

Meski kau bukan miliku
Kau menceriakan hatiku yang sunyi
Membuat sesimpul senyum di wajahku

Aku mengenalmu sejak lama
namun baru kini kau hadir dalam hariku
dalam sepiku

Setiap aku bersamamu
Aku merasa dunia tak lagi sepi
namun kau hanya sesaat

lagipula aku tak berhak
untuk teralu lama bersamamu
untuk mengharapkanmu terlalu dalam

Ketika kau datang
Aku berharap waktu tak beranjak
menghapus senyumu, menghilangkan ceriamu

Saat bersamamu
tak lekang ditelan waktu
Kata-katamu selalu menggema di telinga

Harus kusebut apa dirimu?
Gadisku?
Cintaku?
Ceriaku?

Tahukah engkau?
Mengertikah engkau?
Merasakah engkau?

Malam ini aku merindu.


Doa Sang Pendosa


Tuhan aku orang berdosa
Entah aku masih layak dihadapanmu atau tidak
Entah aku masih layak Kau ampuni atau tidak

Jika aku masih bisa memohon
Aku hanya ingin orang-orang yang kucintai
Senantiasa Kau berkati
Senantiasa sehat
Senatiasa bahagia

Amin.



Wednesday, June 27, 2012

Perasaan yang Mungkin Salah

Kau yang hadir dalam setiap lamunanku
mengembirakanku dan mengusir sepiku
mewarnai duniaku dengan hadirmu

Aku tak mengerti mengapa kau begitu indah
begitu mempesonakan aku
membuat setiap saat bersamamu tak pudar dimakan waktu
menjadikannya berkesan

Namun,
adakah aku dalam lamunanmu
dalam sepimu dan resahmu
mengisi setiap kekosonganmu?

Adakah aku dalam gambarmu?
seperti aku mengabadikanmu dalam kameraku
adakah aku dalam tanganmu?
untuk kau lukis dalam sketsa

jika saja waktu mengantarmu kepadaku
aku takan menyia nyiakanmu

Sunday, June 24, 2012

Isi hatiku, Kamu dan Drinya

Hanya melihat bayanganmu di pintu
Aku yakin kamu begitu indah
dan memang benar kamu begitu indah

Sungguh bergahagia yang mendampingimu kini
Aku yakin dia adalah orang baik
Ia orang yang bisa menjaga indahmu

Namun mengapa kamu begitu dekat?
dan aku tak mengerti apa yang kamu lihat dariku?
dan siapakah aku untukmu?

Mengertikah kamu aku menahan diri?
aku menunggu kamu usai dengannya
mengertikah kamu akan setiap senyumku?
akan setiap kesabaranku?

Denganmu aku mulai mengerti
aku mulai belajar bagaimana aku mencintai
dan berani untuk menggenggam tanganmu

Betapa berbedanya kamu dari yang lain
betapa berartinya kamu bagiku
denganmu aku ceria
denganmu aku gembira
denganmu aku bahagia

Setiap saat aku mengantarmu pulang
aku berharap waktu tak cepat berlalu
aku berharap rumahmu jauh
karena aku gembira bisa mengantarmu

Namun pantaskah aku 
untuk mengutarakan isi hatiku padamu?
atau kau hanya perantara waktu
untuk aku menemukan seseorang bagiku?




Sunday, June 17, 2012

Aku dan Sepiku

Hai kawan,
jangan kau memetik gitar
dentingnya merobek kesunyian

Hai teman, 
jangan menggesek biola
jeritnya menusuk sanubari

Hai teman,
jangan kau tiup seruling bambu
lengkingnya membuat hati sendu

Biarkan aku sendiri
berasama sepiku dalam batin dan raga ini
biarkan aku membeku
bersama malam yang dingin

Biarkan aku menggigil dalam kesendirian
karena mungkin lebih baik seperti ini
lebih baik daripada kehangatan semu

Biarkan aku seperti ini 
saat hadirmu tak terganti
tak terbayar

Dan dimanakah..
pada siapakah..
harus kutemukan dirimu?

Mungkin di sini engkau ada...

Tuesday, June 12, 2012

Kau dan Ceriamu

Aku tak tahu
sampai kapan semua ini akan berlangsung
apakah sementara
atau selamanya

Kau membuat segalanya berbeda
segala yang biasa
menjadi istimewa

Bintang malam itu kau buat indah
Malam sepi itu kau buat ceria
Wajah yang muram
kau buat tersenyum

Dalam keramaian
aku merasa sepi
namun saat bersamammu
duniaku hidup dan aku merasa bahagia

Kau menyiratkan kegembiraan
membawa seyuman nan ceria
kau buat aku mengerti
indahnya rasa itu

Ku akui rasa itu ada
namun kau telah berdua
dan aku harus tetap gembira

Kau tetap berbeda dan terindah

Friday, June 8, 2012

Mungkin Aku

Tak pantas bagimu
Tidak mengerti cara mengasihimu
Terlalu penakut untuk mengatakan padamu
menggam tanganmu
dan mengecupmu

Mungkin aku
terlalu berlebihan
terlalu berharap
terlalu dalam menanggapi caramu

namun,
bersamamu
segala yang biasa jadi berbeda
dan aku mengerti kini
bagaimana mencintai seseorang


Saturday, June 2, 2012

Waktu

Waktu,
melangkahkan detaknya
menambahkan usia pada insan 
menggulirkan hari
memberi harapan baru

Waktu,
memberi kesempatan 
untuk memperbaiki diri
untuk mengerti arti kehidupan

Waktu,
juga yang membuat diri ini ada
menanti dirimu
yang tak kunjung datang

Waktu,
mengajarkan aku
tentang pengalaman
tentang kesempatan

Waktu...

Thursday, May 31, 2012

Dua Bersaudara Prajurit

Salah seorang dari dua kakak beradik yang bertempur melawan Perancis ambruk terkena peluru Jerman. Yang berhasil meloloskan diri meninta izin kepada atasannya untuk membawa pulang saudaranya.

"mungkin ia sudah mati", kata atasannya. "lagipula, untuk apa sih membahayakan nyawamu membawa pulang jenazahnya?"

Tetapai karena orang ini  terus memohon, atasa akhirnnnya mengizinkannya. Persis ketika sang prajurit sampai di garis aman sambil membopong saudaranya yang tertembak itu, saudaranya itu mati.

"Tuh kan", kata atasannya, "kamu sia-sia membahayakan nyawamu kan"

"tidak", jawab Tom. "Saya melakukan apa yang dia harapkan dari saya, dan saya mendapatkan upahnya. Ketika saya merangkak mendekatinya, dan membopongnya, ia bilang, 'Tom aku tahu kamu pasti datang- pokoknya aku punya firasat kamu pasti datang'".

Sumber : 7 Habits of Highly Effective Teens

Wednesday, May 23, 2012

Seorang Muda Dan Secangkir Kopi


Adalah seorang muda sedang berjalan di tepi jalan. Ia keluar dari rumah dengan segala kegelisahannya menuju suatu tempat yang sebenarnya tak tahu dan tak jelas. Ia hanya berjalan dan berharap menemukan sebuah tempat yang bias menjawab pertanyaan dalam batinnya. Ia memilih untuk berjalan dengan harapan dapat menemukan jawaban. Lama berjalan, masuklah ia ke sebuah mall. Saat masuk ke lantai satu ia bertanya kepada seseorang,” tempat yang hening dimana ya?” lalu dijawab “ di lantai 5 mas ada food court. Disana nyaman”. Pergilah si pemuda menuju lantai 5 dan duduk di sebuah kursi. Disana dijumpai hirukpikuk yang ternyata berbeda dengan apa yang dikatakan orang yang dijumpai di lantai satu. Merasa bukan tempat yang tepat, Ia kemudian pergi lagi.

Kembali berjalan ia melalui sebuah gang kecil yang sepi. Di gang itu ia merasa nyaman dan terlindung dari panas terik. Sejenak ia bersandar di salahsatu temboknya. Kemudian ia kembali berjalan karena ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya. Kemudian dialuinya sebuah sungai. Di jembatan sejenak ia memperhatikan air yang mangalir melewati bebatuan. Adalah seorang berjalan menghampirinya yang juga ikut diamdi jembatan itu. Orang Duda bertanya,” dimana saya bisa menemukan keheningan? batin saya amat gelisah.” Cari keheningan ya di tempat sepi Mas, di gunung misalnya.

Mendangar jawaban itu pergilah orang muda itu menuju sebuah gunung. Ia terdiam dan menatap pemandangan yang indah hingga senja hari. Hingga sekian waktu ia tetap tidak bisa menemukan apa yang ia cari. Ia terduduk sejenak di sebuah batu dan semakin gelisah dengan jawaban yang dicarinya. Ia merasa begitu lelah dan memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang ia merasa lapar. Sejenak ia mampir di sebuah warung nasi. Dipesannya sepiring nasi dan tahu, tempe, goring telur dan secangkir kopi. Dengan lahap ia menyantap makanannya.

Ketika ia sedang lahap menyantap makanan ia merasakan seret di tenggorokan dan mengaduk kopi yang dipesanya lalu diminumlah. Ia tersedak dan batuk-batuk. Adalah seorang bapak duduk di sampingnya yang juga menikmati segelas kopi. Berkatalah bapak itu kepada si Orang Muda, “ Mas, kalo makan mending minumnya air putih aja, jangan kopi.” Orang muda itu pun meminta segelas air putih.

Seusai makan, terjadi obrolan singkat antara bapak yang mengurnya dan Orang muda
Bapak :,”Mas, lagi ada masalah ya?”
Orang Muda : “Emang kenapa pak?”
Bapak :”ga Mas, keliatannya wajah mas gelisah. Ga tenang gitu.”
Orang Muda : “gimana ya pak?” Saya cari keheningan pak..
Bapak :" Sambil minum kopi aja yu..”
Orang muda : “boleh pak”
Bapak : “tadi keselek ya Mas?”. Mas kalo cari keheningan di mana saya ga tau tapi saya ngerti caranya nimatin kopi. Kalo kopi terus-terusan di aduk ga bisa diminum mas, apalagi masih panas. Biarin tenang dulu terus tunggu agak dingin, nanti ampasnya turun baru enak diminum. Kayanya juga ga beda sama keheningan yang Mas cari itu. Ga jauh mas, ada di diri Mas sendiri.

Setelah lama ngobrol dengan sang bapak. Kata-kata tentang kopi itu terus menggema di telinganya . Ketika malam tiba ia mencoba untuk masuk ke kamarnya dan menyalakan lilin serta menenangkan diri. Ia terdiam menatap api lilin yang begitu tenang. Mulailah ia mengerti apa itu keheningan. Ia memejamkan mata dan melihat setiap masalah yang dihadapinya. Kemudian ia berdoa dan menceritakan segala masalahnya pada Tuhan. Steph.

Thursday, May 17, 2012

Mimpi-mimpiku

Mimpi-mimpiku..
Setiap saat aku bersamamu
Aku menympanmu di kamarku
agar setiap tidurku kamu hidup

Mimpi-mimpiku..
Setiap sadarku, aku memandangmu
dan setiap hariku berusaha memperjuangkanmu
dan setiap malamku aku berdoa untukmu

Mimpi-mimpiku..
Datanglah kepadaku dan menjadi nyata
memberikanku asa
menambahkan gembira

Mimpi-mimpiku..
Tetaplah disana
tunggu aku menggapaimu
hingga waktu itu tiba

Mimpi-mimpiku..
Kuatkan janjiku, angan dan inginku
Halaulah segala rintang
Teguhkan langkah

Mimpi-mimpiku..
Mimpi-mimpiku..

Saturday, May 5, 2012

Cinta

Kamu tak pernah memaksa
tak pernah marah
diam penuh makna
dan mengajariku tentang kebijaksanaan

Kamu datang dari Yang Kuasa
bagi aku manusia
agar aku mengerti wibawa

Kamu mencelikkan mata
untuk aku melihat anugerah terindah
Membukakan telinga
untuk aku mendengar suara merdu

Kamu memberi arti
agar hati ini mengerti
Memberi makna
agar dunia ini berwarna

Kamu sabar
memberi jantung ini debar
Memberi nyawa
agar hidup ini berguna

Kamu indah
layaknya bunga merekah
menyatakan bahwa Kamu itu anugerah

Kamu tampan
memberi makna akan pengorbanan

Kamu cantik
mengisi setiap detik
kehidupan penuh intrik

sampai saat ini
entah kamu bisa disebut apa lagi
selain CINTA




Tuesday, May 1, 2012

Sebait Puisi Untukmu

Dalam senyum tersimpan canda
dalam tawa tersimpan ria
dalam lara ada duka
dalam harap ada asa
dalam irama ada nada
dalam dirimu ada CINTA..

Sunday, March 18, 2012

Tentang Kamu dan Cinta

Tak mudah menyelami hati
tak mudah menjelajahi pikiran
tak mudah memahami perasaan

waktu menunutun perjalanan sejauh ini
tak sedikitpun petunjuk kujumpai

berjalan menapaki jalan terjal
kerikil tajam yang menusuk
membuat sayat nan perih

tentang kamu dan cinta
tentang angan dan rasa
tentang pikir dan hati

dimanakah aku harus berhenti?
aku berjalan tertatih, terluka, mencari kamu
yang tak kunjung aku temui

mungkin aku hanya pengembara
yang tak memiliki apa-apa
yang hanya punya cinta sederhana

dan
mungkin kamu takut lara
dan hanya mengerti harta

cinta..
telah dibelikah engkau?
atau
telah menikahkah engkau dengan harta?

mungkin aku hanya menduga
mungkin juga merasa

dan
aku tak pernah mengerti dirimu....


Saturday, February 25, 2012

Ya sudah lah


Aku akan membiarkanmu berlari menjauh dariku
karena aku sudah biasa diperlakukan seperti itu
dan aku mencoba untuk tidak idealis

Jangan paksakan kalau memang tak ingin
dan silahkan memilih
karena aku tak memaksa

Kalau aku sanggup mengajarimu tentang tugas
dan membantumu mengerti pelajaran,
aku tak sanggup mengajarimu cinta

mengapa?
seharusnya tentang hal itu
kamu sudah lebih dewasa dariku
karena kamu wanita

Jika orangtuamu ada bagimu saat ini,
apa bedanya dengan kita sekarang?
bukankah mereka juga saling mengenal terlebih dahulu?
maka lahirlah kamu

Semoga kamu mendapat sesuatu yang lebih baik
dan keinginanmu terpenuhi
juga diberkati Tuhan.


Tentang Kisah Atas perasaan Itu


Seandainya aku tak berjumpa hari esok
aku harap kamu tahu hal terpenting dalam hidupku
tentang sesuatu yang  aku rasakan 
tentang  perasaan yang menyiksa

betapa gembiranya ketika kamu tahu 
betapa senangnya....

aku mengerti ini  tak bisa dipaksakan
namun aku hanya berharap engkau tahu
dan jika ini perlu waktu yang lama
dan aku tak sempat mengutarakannya
aku berharap engkau pernah tahu...

sebab
ketika rasa itu ada 
engkau mengisi hidupku
menggambarinya
dan mewarnainya dengan indah..

dan ketika engkau merobeknya
juga membakarnya hingga musna
dan tak dapat terangkai lagi
itu akan tetap ada...

kisah tentang perasaan itu 

Ajari aku


Ajari aku mengenalmu
Ajari aku memahamimu
Ajari aku mendampingimu
Ajari aku membahagiakanmu
Ajari aku mengertimu
Ajari aku untuk tidak kehilanganmu
Ajari aku agar aku mampu menerima
Ajari aku untuk tersenyum
Ajari aku bagaimana seharusnya aku bagimu
Ajari aku untuk tidak kecewa
Ajari aku sebagai orang yang tepat bagi kamu dan kaumu

Ajari aku karena aku terbatas
Katakanlah bagaimana dan aku akan melakukannya..

Kamu


Kamu datang bukan di saat yang tepat
tapi aku senang kamu mau datang
beri cahaya pada hatiku
beri warna pada hidupku
dan membuat waktuku lebih berarti

Aku bahagia bisa mengenalmu
berharap untuk bersamamu
berharap kamu tahu perasaanku padamu
namun aku tak ingin memaksa

Kamu adalah kamu
bukan inginku harus terjadi padamu
Aku akan baik padamu
dan selalu

Aku berusaha tahu perasaanmu
mengertimu dan memahamimu
dan ajari aku tersenyum bahagia
ketika aku mengerti kamu bukan untuku
dan biarkan aku tetap baik padamu

Wednesday, February 22, 2012

Kerinduan masa lalu

Aku rindu saat-saat itu
Saat kita pertama dipertemukan oleh kewajiban
Saat kita saling kenal karena tugas-tugas

Aku rindu saat-saat itu
Ketika melihatmu setiap hari ada
dengan gaya rambut yang sama

Aku rindu saat-saat itu
Ketika melihatmu tersenyum

Aku rindu saat-saat itu
Ketika aku membantumu,
meski mungkin tak bermanfaat

Aku rindu saat-saat itu
Ketika aku mengantarmu pulang,
meski mungkin kau enggan

Aku rindu saat-saat itu
Saat aku tak kenal lelah memberi,
agar apa yang kau butuhkan terpenuhi,
meski kadang mungkin percuma

Aku rindu saat-saat itu
Saat kita bertemu dalam obrolan dunia maya
menghabiskan tengah malam

Aku rindu saat-saat itu
Saat aku mencoba menafsirkan perasaanku padamu
dan perasaanmu padaku

Aku mencintaimu...
dan apakah kau juga..?



Thursday, February 9, 2012

Tulang Rusuk

Tulang Rusuk,
aku memanggilmu Tulang Rusuk
Orang lain memanggilmu belahan jiwa,
belahan hati,
separuh nafas,
pasangan jiwa,
namun aku ingin memanggilmu Tulang Rusuk

Tulang Rusuk..
Semestinya kau ada di sini,
bagian dari jiwa dan raga ini

Tulang Rusuk...
Sejak lahir aku tak mendapati lengkap dalam diriku
Aku mencarimu dari sejak itu

Tulang Rusuk...
Sering aku melihat senyumu
dan seringkali aku merasakan sakitnya

Tulang Rusuk...
Aku mencintaimu
Walau aku tak bisa banyak membahagiakanmu

Tulang Rusuk...
Aku menyayangimu,
dan seringkali kau tak mengerti

Tulang Rusuk...
Aku merindukanmu
meskipun mungkin kau tak merasakan rinduku

Tulang Rusuk...
Kamu begitu berarti bagiku
namun mungkin aku tak berarti bagimu

Tulang Rusuk...
Bagaimanapun engkau,
kau tetap segalanya bagiku
Tapi mungkin aku tak ada apa-apanya untukmu..

Tulang Rusuk...
Dimanakah kita akan bertemu kelak?
dan siapakah engkau?

Tulang Rusuk...
Ada banyak hal yang bisa dibeli dengan materi
tapi tidak untuk cinta

Tulang Rusuk...
Ketika aku tulus padamu
trimalah aku sebagai bagianmu
dan aku menerimamu sepenuh hati,
sepenuh jiwa
dan sepenuh raga

Tulang Rusuk...
Jika memang engkau adalah yang hilang itu
kau akan tua dan mati bersamaku
Menghabiskan waktu bersama






Monday, February 6, 2012

Kegalauan Hati


Salam untuk gelap malam ini
salam untuk bintang dan bulan nan terang
salam bagimu sepi dan hening
salam untuk dinginnya

saksikan aku saat ini
dengar jerit hatiku 
suara yang melengking
membelah cakrawala 
namun tak dapat didengar manusia

suara yang gemuruh
tapi tiadak gaduh
mengguncang jiwa dan batin dan bukan raga
namun dapat membunuh raga

suara yang datang dari kedalaman rasa
dalamnya kepedihan

aku yang sendiri
bersama segala keluh dan pedih di jiwa
menatap ke puncak cakrawala
mengadu kepada keagungan-Nya

mencoba menyelami ajaran-Nya
dan belum mengerti
apa itu Cinta..

Thursday, February 2, 2012

Jika Cinta Itu Buta


Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar ia peka terhadap apa yang ia dengar

Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar ia peka terhadap apa yang ia cium

Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar ia berkata apa adanya

Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar ia tak memilih kepada siapa ia memberi


Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar ia tidak rindu kepada perjumpaan


Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar ia tidak lara dengan peristiwa

Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar hanya waktu yang menuntunnya

Jika cinta itu buta,
biarkan ia tetap buta 
agar hanya rasa yang menjunjungnya

Wednesday, February 1, 2012

Bayangan indah di senja itu


Senja itu..
kau datang menghampiriku
dengan senyum dan ceria
dan kita bercerita bersama

aku mengajakmu berkeliling kota
dan kita pergi bersama ke sebuah tempat
lalu kusematkan kembang di telingamu

kau tersenyum padaku
dan aku memandang wajahmu
lalu terseyum
engkau tersipu malu

waktu beranjak demikian cepat
dan aku mengantarmu
ke tepi lamunan
dan kau pergi.......

Thursday, January 26, 2012

Surat Mimpi


Aku menulis sebuah impian
dengan pena bertinta emas
dengan kesepenuh hatian

Di dalamnya kutuliskan cita-cita
dan harapan baik
juga kebutuhan
serta keinginan
Tak lupa kutuliskan namamu

Kulipat dengan penuh harap
dan kubungkus dengan niat
kukirimkan dengan doa
agar kelak dapt sampai
kepada sang Khalik

Isinya mungkin tak lebih dari cerita
dan sekumpulan rencana
yang menjadi permohonan
serta harapan

Mungkin terlalu banyak permintaan
mungkin terlalu banyak keinginan
namun itulah mimpi-mimpiku


Sunday, January 1, 2012

Yang Tuhan Janjikan

Tuhan tak menjanjikan langit selamanya biru
Jalan-jalan ditaburi bunga
di sepanjang kehidupan yang kita lalui

Tuhan tak berjanji matahari tanpa hujan
kesukaan tanpa kedukaan
damai tanpa kedengkian

Tuhan tak berjanji, kita tidak akan mengalami
susah dan pencobaan
kesukaran dan sengsara

Tuhan tak berjanji tak akan ada penderitaan
tak akan ada beban
tak ada kesusahan

Namun Tuhan berjanji memberi
Kekuatan sepanjang hari
Kelegaan dari beban
Terang sepanjang jalan
Berkat selama pencobaan
Perhatian tak henti
Dan kasih yang tak pernah padam

Tuhan memberkati kita semua             (Bil 6: 24-26)

Jatuh Cinta



Keadaan keluargaku sungguh berbeda dengan keluarga lain pada umumnya. Aku anak pertama dengan seorang adik laki-laki. Rumah tangga ibuku harus kandas sejak aku berumur empat tahun dan adikku baru menginjak usia setahun. Hal itu mengharuskan kami bertiga tinggal di rumah nenek bersama saudara-saudara ibu yang lain.
Di sinilah semua masalah dimulai. Adikku tumbuh dengan perhatian yang minim karena ibuku sibuk menafkahi kami. Ia menjadi nakal, kasar, bahkan tidak segan-segan memaki jika keinginannya tak terpenuhi. Masalah lainnya berkaitan dengan kondisi tanteku yang tinggal serumah dengan kami. Ia menderita depresi berat. Kami sekeluarga sudah menganggapnya gila, karena ia kerap berbicara ngawur dan teriak-teriak tidak karuan.

Semua tekanan ini membuatku menjadi sasaran pelampiasan amarah seluruh orang di rumah. Apapun yang kulakukan tidak pernah dinilai baik. Terlebih lagi, ibuku tidak terlalu setuju dengan bisnisku. Hal ini membuatku sering berselisih paham dengannya. Aku tumbuh menjadi pribadi yang rendah diri. Prestasi kerjaku pun ikut terhambat karenanya. Aku merasa terpuruk. Semua serba kacau dan kupikir hanya keajaiban yang dapat memperbaikinya.
Aku bersyukur aktivitas bisnisku membawa banyak masukan yang berarti. Pola pikirku perlahan-lahan berubah menjadi lebih terbuka. Aku diajarkan untuk bersikap positif, memberi senyum dan semangat bagi orang-orang sekelilingku. Akupun berpikir, alangkah baiknya jika ini aku coba terapkan dalam keluargaku. Akan kuawali dengan mengungkapkan dan mengekspresikan rasa cintaku pada mereka.

Awalnya sangat sulit. Aku sendiri masih merasa canggung dan kaku melakukannya. Kapanpun bertemu dengan adikku, kuberikan senyum tulus untuknya, hal yang sesungguhnya sangat sulit kulakukan. Kubiasakan mendoakan dia setiap ia mau keluar rumah, dan aku pesankan agar hati-hati di perjalanan. Wajahnya tidak dapat menyembunyikan rasa terkejut, namun aku sengaja pura-pura tidak peduli. Kulanjutkan upayaku tanpa bosan.
Suatu malam dia pulang sangat larut, pukul satu. Aku bukakan pintu untuknya dan menawarkannya makan malam. Untuk kesekian kalinya dia tampak terkejut, namun mengangguk dengan antusias. "Kenapa Kakak baik padaku?" tanyanya di sela-sela makan. Aku menjawab pendek, "Karena kakak sayang padamu. Kamu adikku satu-satunya". Adikku hanya tertegun mendengarnya.

Dua minggu berselang, perubahan baik mulai terlihat pada adikku. Hari itu ia membawakanku mangga sambil meminta maaf padaku. Buah tangan yang sederhana, namun memberikanku kebahagiaan yang luar biasa. Aku menerimanya dengan penuh haru. Di saat yang bertepatan dengan hari ulang tahunku, ia membelikanku sebuah baju. Aku senang luar biasa. Bagiku, perubahan ini adalah kado terindah yang pernah kuterima dalam hidupku. Kemesraan dengan adikku yang sudah lama kurindukan kini terwujud sudah.
* * *
Upaya yang sama akan kuterapkan pada tanteku, dengan harapan keajaiban juga terjadi padanya. Keluargaku berpikir mentalnya sudah terganggu sehingga kami tidak lagi mempedulikannya, bahkan menganggapnya tidak ada. Walaupun curahan perhatianku sudah berhasil merubah adikku, keluargaku tetap ragu hal tersebut akan berhasil juga pada tanteku. Cemoohan yang kudapat dari mereka tidak kuhiraukan. Aku tetap pantang menyerah.

Setiap pagi kubuatkan dia teh, kuajak makan, bercerita, dan memberikan semangat. Tidak lupa juga aku bertanya tentang kabarnya setiap hari. Aku lakukan semua ini dengan sepenuh hati. Sedikit demi sedikit aku mulai merasakan perubahan darinya. Tanteku mulai mau tersenyum dan menatap wajahku ketika kuajak berbincang-bincang. Biasanya ia tidak mau melihat wajah orang. Dia juga mulai mencari-cari aku jika beberapa saat tidak bertemu denganku. Mungkin ini terlihat seperti kemajuan yang kecil, tetapi bagi mereka yang tahu kondisi tanteku, ini sangat luar biasa. Terlebih lagi, akhir-akhir ini dia bahkan mulai mau ke dokter dan minum obat.

Doa-doaku telah terjawab, perlahan tapi pasti. Aku masih terus berdoa agar kehidupanku selalu bergerak ke arah yang lebih baik dan mampu keluar dari segala masalah yang menghimpit keluargaku. Ternyata cinta memang solusi dari segala problematika hidup.

Setiap hari aku berusaha melihat banyak hal dengan cara yang positif. Hal itu membuatku senantiasa berpikir dan bertindak lebih baik. Orang-orang di sekelilingku heran atas perubahan sikapku, mereka bertanya-tanya dan berpikir aku sedang jatuh cinta. Aku rasa memang benar, aku jatuh cinta lagi pada kehidupanku, kehidupan yang indah dan patut disyukuri.

Diambil dari : High Desert Indonesia
Sumber : http://www.hd.co.id/dist/kisah-ungkapan-cinta.asp