Laman

Friday, July 27, 2012

Sabar Ya..

Bulan Puasa itu adalah bulan dimana segala hawa nafsu dikekang. Salah satunya adalah menahan lapar dahaga..dan cerita pun dimulai..

Sore tadi saya berangkat dari rumah dengan sepeda keranjang milik teman yang minta dibetulkan oleh saya. Ceritanya sih lagi test drive setelah beres dibetulin. Sambil test drive sekalian saya beliin lampu depannya. 

Mulailah saya dengan kayuhan pertama lalu kayuhan kedua, lalu kemudian kayuhan ketiga dan keempat dan akhirnya oper gigi dan terus hingga makin cepat dan sepeda melaju dengan mantap dan sebenarnya bukan ini inti ceritanya...hehe maap..

Demi sebuah konsep baru dari lampu sepeda onthel saya pergi membeli sebuah senter kepala LED untuk kemudian dikonversikan ke dalam dudukan lampu sepeda onthel. Seperti biasa sasaran saya adalah tukang loak disepanjang jalan Astana Anyar Bandung namun, karena kesorean maka tukang loak sudah beres-beres lapak mau pulang, jadi akhirnya saya teruskan perjalanan menuju Tegalega. Singkat cerita lampu itu kemudian saya dapatkan dan saya beli dengan harga 15.000rupiah+batre (itu barang baru lho ya...inget bukan dari loak).

Sewaktu pulang saya melewati jalan Pajagalan, saya memilih lewat situ karena memang kondisi Jalan Astana Anyar padat merayap, lagi ada pembetulan got. Pas saya mau nyebrang di kanan saya ada 2 unit sepeda motor (tapi bukan untuk anda pemirsa dirumah) yang mau ikutan nyebrang. Dari arah kiri ada juga sepeda motor yang melaju kancang, sementara salahsatu sepeda motor di kanan saya sudah meluncur, lalu karena ada yang melaju kencang maka kemudian berhenti. Setelah berpapasan nampaknya timbul keraguan diantara kedua pengemudi, dan kemudian sepeda motor di sebelah kanan saya tersenggol ban depannya oleh sepeda motor yang melaju kencang tadi. Setelah kejadian itu maka terjadi kejar-kejaran padahal tidak ada korban dan sepeda motor keduanya pun baik2 saja. Sementara itu saya kembali melanjutkan perjalanan ( gitu aja sih intinya mah ).

Sesampainya saya di tukang cat langganan saya maka saya ceritakan pengalaman saya tadi. Respon tukang cat setelah saya bercerita adalah ''ya kalo jalan padet gini mah harus sabar, kesenggol dikit ya wajar apalagi bulan puasa. ''

Hmmm...Iya ya sob...mengalahkan diri sendiri itu lebih susah ya daripada ngalahin orang lain...nahan diri lebih susah daripada suruh nahan tembok yang mau roboh (itu mah ketimpa bro...upsss)....

Buat temen2 yang lagi puasa...sabar ya..godaan itu emang ada dimana aja..saya percaya kalo kita serahin sama yang di atas kita pasti dikasih kekuatan..

Wednesday, July 25, 2012

Mengasihi dan Mengasihani

Suatu saat ada seorang anak kecil, dia mau menyebrang sebuah jalan yang sangat ramai dengan kendaraan2 yang lalu lalang. Memang ada ayahnya di situ, tapi dia tidak menolong anak itu. Dia terus berusaha mw nyebrang, tpi berhenti lagi karena berbagai pertimbangannya.


Lalu lewat seseorang yang ingin membantu, tapi langsung dihalangi oleh ayahnya
ayah : "Jangan bantu dia!"
orang : "anda gila! dia kesusahan!"
ayah : "tinggalkan dia! Jangan dibantu!"
lalu orang itu pun pergi, dan anak itu terus merasa takut menyeberang, lalu
datanglah seorang ibu2, dan sama, ibu2 itu pun dimarahi oleh sang ayah
ayah : "Biarkan anak itu menyeberang sendiri!"
ibu2 : "Bapak ga punya otak apa? mana bisa dia nyeberang di jalan ini!"
ayah : "Saya ini Ayahnya, saya lebih tau kemampuan anak saya daripada anda!"
ibu2 : "Apa anda ga kasian liat anak anda ketakutan ingin menyeberang, lihat! dia sudah mau menangis!"
ayah : "Lihat! Anda Cuma MENGASIHANI Anak Saya, Tapi Saya Lebih MENGASIHI Anak Saya dan Saya Tau Benar Kalau Anak Saya Bisa Melewatinya!"
Lalu setelah beberapa lama waktu berlalu, sang anak berhasil menyeberang. Dan ayahnya mengejar ke seberang dan memeluknya dengan erat anaknya yang menangis karena bangga, dan ayahnya berkata, "Ayah Tau Kamu itu Bisa, Ayah Lebih Memilih Mengasihi Kamu dari Pada Mengasihani Kamu"

Inspire From:  dari crita Pst. Denny Sriyoto di khotbahnya beberapa taun lalu
"Terkadang Mengasihi itu terlihat lebih kejam dari Mengasihani"

Sumber: FB/OMK Sarimawartoba/David Michael William Setyadarma/Tuesday 9:48pm..

Saturday, July 21, 2012

Ketulusan

Aku mengenalmu di suatu waktu
membayangkan indahnya cinta
melukis mimpi malam-malamku dengan senyumu

Sejak itu aku merasa jadi lebih dewasa
ketika banyak dari kata-katamu yang terekam
dan semua itu tak hilang hingga kini

Ketika candamu mewarnai sepiku
disana aku mulai mengerti bagaimana mencintai
dan mulai menerima diri

Alangkah bahagianya aku mengenalmu
meskipun mungkin aku tak bisa mendampingimu
namun aku berharap

Jika waktu menuntun kita untuk bersama
alangkah bahagianya aku
namun jika tidak izinkan aku tetap mendoakanmu

Tetaplah kau memanggilku dengan sebutan itu
karena aku bahagia dengan sebutan itu
dan lebih mudah bagiku untuk merelakanmu

Dan bila suatu saat kau membutuhkanku
jangan ragu untuk datang kepadaku
karena aku akan selalu ada untukmu


Friday, July 20, 2012

Kegembiraan Waktu Itu

Kamu yang kesekian
yang menarik hatiku
yang membuatku berharap dan melamun

Maaf aku pernah mengabadikanmu
menawanmu dalam perasaan
membelenggumu dalam fantasi

Satu Hal
aku bahagia pernah mengenalmu
dekat denganmu
meski hanya teman

Aku Gembira
kamu pernah mengisi lamunanku
mewarnai hidupku
dan menuliskan cerita dalam lembaran hidupku

Cinta Sepihak

Dan semuanya harus berlalu
Juga perasaan itu


Waktu akan terus berjalan
Dan peristiwa kehilangan akan tetap ada
Hingga mata ini terpejam
Hingga jiwa ini kembali kepada-Nya

Dan aku mungkin terlalu dalam bermimpi
Mengharap dirimu bersamaku

Aku tak mau mengingkari hati
Jika aku membohongi perasaanku sendiri
Apa artinya dirmu yang terlihat?

Kamu yang begitu dekat
Sekaligus begitu jauh
Merasuki perasaan
Menghantui pikiran

Mungkin terlalu bodoh bagiku
menantimu yang sepertinya tidak mungkin
mengharap suatu saat kamu meninggalkannya
dan memilih aku

Aku yang setia dan sabar
menjadi pelarianmu
mendengar keluh kesahmu
senantiasa bersedia menolongmu

Tapi mungkin bagimu
aku hanya aku
tak lebih dari aku
dan bukan pilihan

Friday, July 13, 2012

Waktu

Waktu,
bicaralah kepadaku
buatlah aku mengerti tentang semua ini

Ajarkanlah aku peka
untuk mengenalnya
dan memahami perasaannya

Ajarlah aku untuk berani
mengatakan perasaanku padanya
meyakinkannya akan perasaanku

Ajarlah aku untuk senantiasa bersyukur
manakala aku kecewa
manakala aku bahagia

Waktu,
ajarlah aku menikmati perjalanan hidup ini
menikmati setiap pertemuan dengannya
menghargai hadirnya

Hai Kamu

Datang saja kepadaku hai kamu
Dan tersenyum kepadaku
Dan duduk disampingku
Dan berbicara kepadaku

Ketahui saja diriku hai kamu
Ingat namaku
Ingat wajahku
Ingat ingat sikapku

Kenali saja diriku hai kamu
Abadikan gambarku
Simpan nomor telfonku
Catat profilku dalam hatimu

Pahami saja diriku hai kamu
Biarkan aku mengertimu
Dan kamu mengerti aku
Dan biarkan kita saling menjaga

Sunday, July 8, 2012

Aku dan Ceriamu


Aku gembira melihat senyumu
Memandang indah wajahmu
Mendengar  merdu suaramu
Menyaksikan  genitnya sikapmu

Gadis, aku mencintaimu
Dan jika dapat
Aku ingin mendampingimu
Hingga akhirnya nanti

Gadis, aku tak mampu mengerti
Mengapa kau begitu indah di mataku
Mengapa begitu berarti engkau bagiku
Mengapa aku menyayangimu

Gadis, kau mencuri sebagian waktuku
Untuk mengingatmu
Untuk menatapi gambarmu
Dan mengatakan ‘aku sayang kamu’

Jika kita tidak digariskan untuk bersama
Aku tetap bersyukur bisa mengenalmu
Pernah dekat denganmu
Dan biarkan aku tetap mencintaimu

Gadis…

Monday, July 2, 2012

Angan dan Rindu

Seandainya aku ada bersamamu malam ini
Aku ingin menikmati langit malam ini bersamamu
Menikmati indahnya purnama
Menikmati kerlip bintang

Saat sebelum kau berangkat
engkau mengatakannya lagi
"langit begitu indah"
dan aku pun setuju

Manjamu seringkali membuatku tak berdaya
namun karena itu aku menyukaimu
manisnya senyumu mengisi ingatanku
dan polosnya wajahmu membuatku terpaku

Kau telah menjawab rindu itu
rindu akan malam itu
dan kau telah memberikan ingatan baru
dan membuat rindu yang baru

Sunday, July 1, 2012

Kerinduan Malam Ini

Langit malam ini cerah
Secerah ketika bersamamu
Secerah ketika engkau mengucapkannya

Bintang begitu genit berkelip
Bulan dengan jelita bersinar
Semuanya indah malam ini

Malam ini tak ada awan menghalagi
Begitu mempesonakan aku
mengingatkan aku saat-saat itu

Meski kau bukan miliku
Kau menceriakan hatiku yang sunyi
Membuat sesimpul senyum di wajahku

Aku mengenalmu sejak lama
namun baru kini kau hadir dalam hariku
dalam sepiku

Setiap aku bersamamu
Aku merasa dunia tak lagi sepi
namun kau hanya sesaat

lagipula aku tak berhak
untuk teralu lama bersamamu
untuk mengharapkanmu terlalu dalam

Ketika kau datang
Aku berharap waktu tak beranjak
menghapus senyumu, menghilangkan ceriamu

Saat bersamamu
tak lekang ditelan waktu
Kata-katamu selalu menggema di telinga

Harus kusebut apa dirimu?
Gadisku?
Cintaku?
Ceriaku?

Tahukah engkau?
Mengertikah engkau?
Merasakah engkau?

Malam ini aku merindu.


Doa Sang Pendosa


Tuhan aku orang berdosa
Entah aku masih layak dihadapanmu atau tidak
Entah aku masih layak Kau ampuni atau tidak

Jika aku masih bisa memohon
Aku hanya ingin orang-orang yang kucintai
Senantiasa Kau berkati
Senantiasa sehat
Senatiasa bahagia

Amin.