Laman

Sunday, March 3, 2013

Streetphoto 1 (Braga)


Seperti menguatkan mimpi berjalan di Jalan Braga pagi hari. Kendaraan yang lengang, orang-orang berjalan di terotoar melintasi para penjaja lukisan yang menjadi ciri khas jalan Braga sejak jamam dulu. Juga tentang seniman yang tak memiliki ruang untuk mencurahkan ide serta orang-orang yang mengapresiasi mereka. Suasana itu menggugah saya untuk berjalan di pagi hari dengan kamera saya menangkap sisi-sisi jalan Braga. Dengan usia saya yang sekarang ini mungkin saya tidak banyak mengetahui secara detail sejarah Jalan Braga, namun sepanjang saya tumbuh di Kota Kembang ini Jalan Braga telah mengalami banyak perubahan.

Perjalanan dimulai dari perempatan Jalan Banceuy-Braga-Naripan. Braga pagi itu begitu lengang dengan udara yang masih sejuk.

Jujur saya masih takut untuk streetphoto karena pengalaman saya ketika kamera saya hampir dirampas polisi ketika saya streetphoto saat ada razia lalulintas. Demikian pula pagi itu saya hampir dikejar ibu-ibu pengemis yang tiba-tiba saja bangkit dan berkata-kata seolah memaki dan tidak nyaman dengan kehadiran saya bersama si kamera.

Masuk ke jalan Braga yang kini telah berganti aspal menjadi batu paping yang menjadi alas.


Saya menjumpai tulisan yang menarik. Tulisan itu dibuat dengan cat semprot instan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Pylox. Tulisan itu disemprotkan di dinding dan banyak tersebar di sepanjang jalan Braga


Saya bertanya dalam hati,’ mengapa tulisan ini banyak dijumpai di sepanjang jalan Braga yang menurut saya adalah area yang menjadi saksi bisu sejarah kota Bandung dan Indonesia tentunya ?'

Ada juga gambar-gambar yang juga hasil cat semprot. Apakah para seniman ini tidak memiliki ruang dan apresiasi?






Lalu apakah gambar-gambar ini sengaja dibuat oleh pemilik toko? atau dibuat secara sembunyi-sembunyi? Bagi saya gambar-gambar ini dibuat dengan serius dan hasilnya bagus.

Selain gambar-gambar di dinding atau pintu toko-toko gedung bersejarah di sana kini telah bangkit.


Gedung Gas Negara yang lama tertidur kini telah terbangun. Gedung yang dibangun pada tahun 1919 kini dihidupkan oleh Mahasiswa Arsitektur Gunadharma ITB pada tanggal 10-17 November 2012. Mereka membuat sebuah pameran bertajuk “Bandung Ngabaraga” yang bertempat di Gedung Gas Negara tersebut.

Itulah sepenggal kisah Jalan Braga yang saya jumpai pagi itu. 

Mungkin sekian dulu streetphoto kali ini, lain waktu akan  saya sambung dengan cerita sisi kota Bandung yang lain yang tentu tidak kalah menarik.. :)

Referensi :
http://fotografius.wordpress.com/2012/11/24/membangunkan-gedung-gas-negara-dari-tidur-panjangnya/



1 comment:

Gabung di Blog saya gampang, aman terkendali dan gratis.
buat yang punya account email pasti bisa kayanya..