Laman

Wednesday, May 23, 2012

Seorang Muda Dan Secangkir Kopi


Adalah seorang muda sedang berjalan di tepi jalan. Ia keluar dari rumah dengan segala kegelisahannya menuju suatu tempat yang sebenarnya tak tahu dan tak jelas. Ia hanya berjalan dan berharap menemukan sebuah tempat yang bias menjawab pertanyaan dalam batinnya. Ia memilih untuk berjalan dengan harapan dapat menemukan jawaban. Lama berjalan, masuklah ia ke sebuah mall. Saat masuk ke lantai satu ia bertanya kepada seseorang,” tempat yang hening dimana ya?” lalu dijawab “ di lantai 5 mas ada food court. Disana nyaman”. Pergilah si pemuda menuju lantai 5 dan duduk di sebuah kursi. Disana dijumpai hirukpikuk yang ternyata berbeda dengan apa yang dikatakan orang yang dijumpai di lantai satu. Merasa bukan tempat yang tepat, Ia kemudian pergi lagi.

Kembali berjalan ia melalui sebuah gang kecil yang sepi. Di gang itu ia merasa nyaman dan terlindung dari panas terik. Sejenak ia bersandar di salahsatu temboknya. Kemudian ia kembali berjalan karena ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya. Kemudian dialuinya sebuah sungai. Di jembatan sejenak ia memperhatikan air yang mangalir melewati bebatuan. Adalah seorang berjalan menghampirinya yang juga ikut diamdi jembatan itu. Orang Duda bertanya,” dimana saya bisa menemukan keheningan? batin saya amat gelisah.” Cari keheningan ya di tempat sepi Mas, di gunung misalnya.

Mendangar jawaban itu pergilah orang muda itu menuju sebuah gunung. Ia terdiam dan menatap pemandangan yang indah hingga senja hari. Hingga sekian waktu ia tetap tidak bisa menemukan apa yang ia cari. Ia terduduk sejenak di sebuah batu dan semakin gelisah dengan jawaban yang dicarinya. Ia merasa begitu lelah dan memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang ia merasa lapar. Sejenak ia mampir di sebuah warung nasi. Dipesannya sepiring nasi dan tahu, tempe, goring telur dan secangkir kopi. Dengan lahap ia menyantap makanannya.

Ketika ia sedang lahap menyantap makanan ia merasakan seret di tenggorokan dan mengaduk kopi yang dipesanya lalu diminumlah. Ia tersedak dan batuk-batuk. Adalah seorang bapak duduk di sampingnya yang juga menikmati segelas kopi. Berkatalah bapak itu kepada si Orang Muda, “ Mas, kalo makan mending minumnya air putih aja, jangan kopi.” Orang muda itu pun meminta segelas air putih.

Seusai makan, terjadi obrolan singkat antara bapak yang mengurnya dan Orang muda
Bapak :,”Mas, lagi ada masalah ya?”
Orang Muda : “Emang kenapa pak?”
Bapak :”ga Mas, keliatannya wajah mas gelisah. Ga tenang gitu.”
Orang Muda : “gimana ya pak?” Saya cari keheningan pak..
Bapak :" Sambil minum kopi aja yu..”
Orang muda : “boleh pak”
Bapak : “tadi keselek ya Mas?”. Mas kalo cari keheningan di mana saya ga tau tapi saya ngerti caranya nimatin kopi. Kalo kopi terus-terusan di aduk ga bisa diminum mas, apalagi masih panas. Biarin tenang dulu terus tunggu agak dingin, nanti ampasnya turun baru enak diminum. Kayanya juga ga beda sama keheningan yang Mas cari itu. Ga jauh mas, ada di diri Mas sendiri.

Setelah lama ngobrol dengan sang bapak. Kata-kata tentang kopi itu terus menggema di telinganya . Ketika malam tiba ia mencoba untuk masuk ke kamarnya dan menyalakan lilin serta menenangkan diri. Ia terdiam menatap api lilin yang begitu tenang. Mulailah ia mengerti apa itu keheningan. Ia memejamkan mata dan melihat setiap masalah yang dihadapinya. Kemudian ia berdoa dan menceritakan segala masalahnya pada Tuhan. Steph.

No comments:

Post a Comment

Gabung di Blog saya gampang, aman terkendali dan gratis.
buat yang punya account email pasti bisa kayanya..